Produsen Dan Distributor Pupuk Dipanggil Bupati : Lega!!! Kini Sudah Ada Solusi
Bupati Rembang, Abdul Hafidz. (Insert) Petani mengangkut pupuk.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz. (Insert) Petani mengangkut pupuk. (Foto atas) Gudang pupuk di Rembang.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz, hari Selasa (12 Januari 2021) memanggil produsen dan distributor pupuk ke rumah dinasnya, guna menindaklanjuti keluhan petani yang kesulitan mendapatkan jatah pupuk bersubsidi.

Abdul Hafidz menegaskan stok pupuk cukup. Yang menjadi kendala saat ini adalah pengiriman barang dari gudang ke kios pupuk lengkap (KPL), setelah permintaan dari kalangan petani dalam waktu hampir bersamaan.

“Saya barusan mengumpulkan produsen dari PT Pusri maupun Petrokimia, serta distributor pupuk. Mereka bilang stok cukup, tapi distribusinya yang terjadi kendala. Soalnya hujan turun merata, waktu memupuk bersamaan, petani minta bareng-bareng, “ kata Bupati.

Pada pertemuan itu terungkap masalah armada transportasi. Pertama, sebagian ada yang menggunakan kendaraan kecil, untuk mempermudah jangkauan ke lokasi kios, sehingga jumlah muatan berkurang, sedangkan sebagian lainnya menggunakan truk.

Kedua, rata-rata per hari distributor menyalurkan pupuk 6 – 12 rit. Bupati kemudian meminta supaya intensitasnya ditambah antara 12 – 24 rit setiap hari, agar petani cepat menerima pasokan pupuk. Permintaan tersebut akhirnya disanggupi, dengan cara menambah jumlah armada truk dan pekerja pengangkut. Ia meminta petani bersabar, karena dalam 1 atau 2 hari kedepan, pengiriman pupuk akan terus ditingkatkan.

“Jadi kendaraan pengangkut siap ditambah, semoga kendala distribusi ini lekas teratasi satu dua hari ini, “ imbuhnya.

Lalu bagaimana petani yang kesulitan menebus pupuk dengan Kartu Tani atau belum mempunyai Kartu Tani ? Abdul Hafidz menyatakan pihaknya mengambil kebijakan supaya mereka untuk sementara dilayani melalui sistem rekomendasi.

Dinas Pertanian Dan Pangan mempunyai petugas penyuluh pertanian. Petugas inilah yang nantinya akan mengeluarkan surat rekomendasi, sehingga petani bisa menebus pupuk. Yang terpenting jangan sampai disalahgunakan.

“Nggak usah berbelit-belit. Jika si A bener-bener berhak menerima pupuk subsidi, penyuluh pertanian saya perintahkan terbitkan surat rekomendasi untuk yang bersangkutan, “ tandasnya.

Bahkan alokasi pupuk untuk bulan Februari mendatang, dialihkan ke bulan Januari 2021 ini, supaya kebutuhan petani terpenuhi.

“Mohon petani nggak perlu menyalahkan ini dan itu. Kita pemerintah mendengarkan dan berupaya terus merespon, “ papar Hafidz.

Terkait dengan kuota pupuk subsidi dari pemerintah pusat yang semakin dikurangi, Bupati berpandangan sebenarnya masih mencukupi kebutuhan petani.

Sebagai contoh, pupuk Urea bersubsidi pada tahun 2020 lalu, Kabupaten Rembang memperoleh 23 ribu ton. Tahun 2021 ini dikurangi menjadi 20 ribu ton. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *