Grames, Targetkan Start Up Rasa Lokal Semakin Tumbuh
Kalangan millenial Rembang mencanangkan Gerakan Rembang Melek Start Up (Grames).
Kalangan millenial Rembang mencanangkan Gerakan Rembang Melek Start Up (Grames).

Rembang – Masa pandemi Covid-19 yang terus terjadi, mendorong kalangan millenial di Rembang membuat Gerakan Rembang Melek Start Up (Grames). Start Up adalah semacam perusahaan rintisan yang ditunjang oleh kemajuan dunia digital, teknologi informasi dan aplikasi.

Koordinator Sekretariat Bersama Millenial Rembang, M. S. Al Ayubi mengakui sebenarnya banyak anak-anak muda Rembang yang memiliki ide dan gagasan cemerlang, namun belum mempunyai wadah atau mereka bergerak sendiri-sendiri.

Maka pihaknya menginisiasi Gerakan Melek Start Up, supaya kedepan akan semakin banyak bermunculan Start Up-Start Up lokal di Kabupaten Rembang. Mulai bidang ekonomi, pendidikan hingga pariwisata.

“Kalau selama ini bergerak dengan cara semi tradisional, maka kita harus mengikuti perkembangan zaman. Termasuk kita ingin menghubungkan Start Up lokal yang ada ini dengan kepentingan pemerintah, biar connect, “ ujarnya, Kamis (26 November 2020).

Antar pelaku Start Up di Kabupaten Rembang, sempat berkumpul dan menggelar diskusi bareng, di Jalan Dr. Sutomo Rembang, Rabu (25/11).

Salah satunya pimpinan Start Up Educator Id, Maulana Yusuf. Pemuda warga Desa Waru, Rembang yang kuliah di UPN Yogyakarta ini menuturkan pihaknya membentuk Start Up bernama Educator Id yang bergerak di bidang pendidikan. Ide awalnya muncul ketika masa pembelajaran online, akibat pandemi Covid-19.

Yusuf menyebut sebuah hasil penelitian bahwa pembelajaran tatap muka (offline) di sekolah, siswa hanya mampu menyerap materi pelajaran sekira 50 %. Begitu pembelajaran online, siswa menyerap pelajaran jauh lebih rendah, yakni 15 %.

Educator Id kemudian memanfaatkan kondisi tersebut, dengan menyediakan jasa guru les private maupun kelompok, untuk jenjang TK sampai SMA. Sistemnya guru datang langsung ke rumah siswa dan melalui aplikasi akan dipilih siapa guru yang akan mengajar.

“Mau guru/tutor cowok atau cewek, tinggal menyesuaikan permintaan, “ ungkapnya.

Yusuf menambahkan melalui Educator Id pihaknya memberikan kesempatan bagi tutor untuk tetap mendapatkan penghasilan di tengah pandemi Covid-19. Saat membuka lowongan tutor, belakangan sudah ada 137 orang yang mendaftar, tersebar di 14 kecamatan se Kabupaten Rembang.

“Sabtu besok kita mulai tes wawancara. Jadi mereka ini tersebar hingga ke pelosok pedesaan, kerjanya nanti freelance, “ imbuhnya.

Di sisi lain, upaya Educator Id dapat membantu anak-anak yang saat ini lebih banyak mengisi waktu dengan belajar online.

“Sejak dua bulan kami bentuk Educator id ini, sudah ada 35 orang yang memanfaatkan jasa kami, “ beber Yusuf.

Yusuf menekankan jangan pesimis untuk mengawali Start Up, meski dengan modal anggaran pas-pasan.

“Start Up kadang diidentikkan dengan investor bermodal besar. Di kota-kota besar, Start Up sudah banyak, mereka berangkat dari tekad dan kemauan. Semoga semangat itu merambah ke Rembang. Pada prinsipnya Start Up untuk memudahkan masyarakat, mudah dan cepat, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *