Soal Pentas Seni Dibuka Lagi Atau Ditutup, Begini Masukan Calon Bupati Harno Dan Abdul Hafidz
Pentas kethoprak di Kabupaten Rembang, beberapa waktu lalu (sebelum muncul larangan). Tampak para pemainnya mengenakan face shield (pelindung muka).
Pentas kethoprak di Kabupaten Rembang, beberapa waktu lalu (sebelum muncul larangan). Tampak para pemainnya mengenakan face shield (pelindung muka).

Rembang – Calon Bupati Rembang, Harno maupun Abdul Hafidz mempunyai pendapat, terkait boleh tidaknya pentas seni di lokasi warga punya kerja pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Keduanya menyampaikan masukan kepada pihak Pemkab Rembang maupun kepolisian, selaku otoritas pemberi izin keramaian.

Calon Bupati Rembang nomor urut 1, Harno mengatakan selama mematuhi protokol kesehatan dan tidak terlalu menimbulkan kerumunan banyak orang, pentas seni di tengah arena orang punya kerja sebaiknya diperbolehkan. Apalagi menurutnya, mayoritas masyarakat sekarang membutuhkan hiburan.

“Kalau saya ya saya perbolehkan, selama sesuai protokol kesehatan dan tidak umpel-umpelan. Satu sisi seniman sudah lama nggak tampil, di sisi lain masyarakat juga butuh hiburan, “ kata Harno.

Calon Bupati Rembang nomor urut 2, Abdul Hafidz mengakui trend Covid-19 memang naik turun. Khusus warga yang ingin nanggap pentas seni, Hafidz berpendapat diperbolehkan saja, asalkan patuh pada protokol kesehatan dan tidak memicu kerumunan berlebihan. Ia merasa kasihan dengan pekerja seni yang menggantungkan ekonomi dari aktivitas pentas.

“Ini menurut saya lho saya, asal protokol kesehatan dipenuhi dan tidak ada kerumunan berlebihan, saya kira boleh lah, kasihan mereka yang hidupnya menggantungkan kesenian dan tidak mempunyai keahlian lain, “ beber Hafidz.

Hingga saat ini, pihak Pemkab Rembang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) masih melarang pentas seni di arena orang punya kerja maupun acara lain. Mereka menjanjikan pentas seni baru dibuka kembali, setelah pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 09 Desember mendatang.

Sebagai gantinya, Pemkab Rembang menggelar pentas seni secara virtual/online di Pendopo Museum Kartini Rembang, tiap Senin malam dan Kamis malam. Belakangan ini solusi tersebut menuai banyak sorotan, karena belum mampu menjangkau pekerja seni secara merata, sehingga justru memancing kecemburuan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *