Cabup Incumbent Beberkan Alasan, Kenapa Sport Center Tidak Masuk 9 Program Gemilang
Pasangan calon Abdul Hafidz – Hanies Cholil Barro’, saat talk show Pilkada di Radio R2B, Kamis malam (19/11).
Pasangan calon Abdul Hafidz – Hanies Cholil Barro’, saat talk show Pilkada di Radio R2B, Kamis malam (19/11).

Rembang – Calon Bupati Rembang incumbent, Abdul Hafidz memberikan alasan kenapa tidak memasukkan pembangunan sport center (pusat olahraga) ke dalam program prioritas, apabila dirinya kembali terpilih pada Pilkada 09 Desember mendatang.

Meski angan-angan pembangunan sport center, sudah beberapa kali pernah ia singgung.

Ketika talk show Pilkada di Radio R2B, Kamis malam (19/11), Abdul Hafidz mengakui pembangunan sport center membutuhkan banyak persiapan, terutama lahan dan anggaran. Padahal saat ini Pemkab Rembang belum memiliki embrionya.

“Kalau program-program lain kan ada sudah ada embrionya, tinggal melanjutkan. Untuk sport center ini belum ada embrionya, “ kata Hafidz.

Hafidz menilai kurang tepat jika lahan sebelah timur Gelanggang Olahraga (GOR) Mbesi yang merupakan aset Pemkab, dijadikan Sport Center, dengan alasan kondisi lahan tidak memungkinkan. Ia lebih memilih lokasi lain, dengan luas kisaran 10 hektar.

“Paling nggak 7 – 10 hektar. Untuk lahan dekat GOR saya kira nggak memungkinkan, soalnya berbagai cabang olahraga mau dijadikan 1 lokasi. Tapi sport center bukan mimpi ya, tetap akan kita upayakan, “ imbuhnya.

Selain menyentil masalah olahraga, Hafidz juga mengomentari kesulitan air bersih yang terjadi setiap tahun di Kabupaten Rembang. Apabila mengandalkan pembangunan embung, baginya perlu kajian matang, karena curah hujan rendah.

“Percuma ada embung banyak, jika nggak terisi air. Soalnya curah hujan di sini rendah. Embung Lodan, Embung Sudo kurang apa besarnya. Baru 2  bulan sudah habis, “ terangnya.

Hafidz menambahkan lebih baik diperbanyak sumur-sumur dangkal, untuk menambah debet air. Sedangkan jangka panjang, Pemkab menunggu kucuran anggaran pemerintah pusat, guna memperbesar pipa air dari Sumber Zakinah Sale, ditarik ke wilayah Rembang dan sekitarnya.

“Kalau pipanisasi ini tercapai, masalah kesulitan air bersih akan teratasi, “ tandasnya.

Soal angka kemiskinan pada kisaran 14 % saat ini, calon Wakil Bupati, Hanies Cholil Barro’ menilai jika terpilih, target menurunkan sampai 10 %, merupakan angka realistis.

“Saya kira masih memungkinkan kalau turun hingga 10 %. Kondisi Kabupaten Rembang, dari rentang nilai 1 – 10, sekarang nilainya 7. Kalau kami menjabat, bisa naik sampai 9, insyaallah, “ beber adik Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas ini.

Dalam talk show ini, Hafidz – Hanies membedah 9 program menuju Rembang Gemilang, diantaranya Rembang Smart City, Rembang Cerdas, Rembang Sehat, peningkatan sarana pra sarana pasar tradisional, penguatan ketersediaan air, memperkuat daya saing, menciptakan lapangan kerja, penguatan desa dan wisata, serta ruang terbuka hijau di setiap kecamatan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *