
Rembang – Aparat Satuan Lalu Lintas Polres Rembang mempunyai cara unik untuk mengkampanyekan protokol kesehatan, supaya lebih mudah dipahami masyarakat.
Pada bagian punggung rompi anggota Satlantas, yang umumnya hanya tertulis Polisi, kini ditambah dengan bordiran bertuliskan kalimat-kalimat yang menarik dan bernada santai, namun diharapkan hal itu justru lebih gampang diterima.
Kepala Unit Pendidikan Dan Rekayasa (Dikyasa) Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Aiptu Hartono mencontohkan kalimat “Jangan Corona Merasukimu, Cukup Aku Yang Di Hatimu”, kemudian “Ingat, Covid Lebih Menyakitkan Daripada Mantan”.
Ia mengakui kalimat-kalimat semacam itu memang spesial (segmen khusus) ditujukan kepada kaum millenial, sehingga mereka akan mudah meresapi, ketimbang memakai kalimat-kalimat resmi yang berbau formal.
“Hasil pantauan di lapangan, kaum millenial ini kan termasuk kelompok yang paling rentan mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang. Makanya kita pakai kalimat-kalimat yang menarik, yang lucu-lucu, agar kaum millenial lebih patuh terhadap protokol kesehatan, “ ujarnya, Selasa (06 Oktober 2020).
Aiptu Hartono menambahkan dalam berbagai kegiatan di jalan, anggota Satlantas mengenakan rompi tersebut, sehingga akan mudah terbaca oleh pengguna jalan.
Kampanye terus menerus dalam rangka mematuhi protokol kesehatan, baginya demi kebaikan bersama, untuk mempercepat penurunan angka penderita Covid-19 di Kabupaten Rembang.
“Jadi ada pula kalimat formal yang ditempelkan pada rompi, sebagian kalimat santai, tanpa mengurangi maksud dan tujuan. Sering kita operasi di jalan, sambil penindakan pelanggar protokol kesehatan. Warga yang lewat membaca bagian punggung kita ini, “ imbuh Aiptu Hartono.
Sari Anggraeni, seorang pengguna jalan mengaku sempat membaca tulisan terkait kepatuhan protokol kesehatan di baju rompi polisi, ketika dirinya berhenti di lampu pengatur lalu lintas.
Ia menganggap cara semacam itu “kampanye halus” yang tidak terkesan mendikte seseorang.
“Santai tapi mengena. Mungkin banyak juga warga yang mulai nggak peduli atau bahkan menganggap corona nggak ada, itu hak mereka sich ya. Tapi selama tujuan pemerintah dan aparat ini baik, sewajarnya kita dukung bareng. Semoga corona segera enyah dari bumi Rembang dan Indonesia pada umumnya, “ kata Sari. (Musyafa Musa).

