Tinggal Di Dekat Alun-Alun Rembang, Ternyata Ini Yang Tidak Mengenakkan Dan Sering Jadi Keluhan
Warga sekitar Alun-Alun Rembang mengeluhkan bau pesing dan kotoran sampah. Tampak tulisan larangan kencing terpasang.
Warga sekitar Alun-Alun Rembang mengeluhkan bau pesing dan kotoran sampah. Tampak tulisan larangan kencing terpasang.

Rembang – Mempunyai rumah di dekat Alun-Alun Rembang tentu menyenangkan, karena lokasinya strategis di pusat kota dan merupakan bagian ikon daerah.

Namun ada salah satu yang tidak menyenangkan, bahkan cenderung meresahkan, lantaran sering kali warga sekitar mencium bau pesing, saat mereka membuka pintu rumah. Bau pesing itu, akibat pinggir-pinggir tembok rumah warga dijadikan tempat buang air kecil, bahkan pernah pula ditemukan berak buang air besar.

Diduga ulah oknum pengunjung Alun-Alun yang senang buang air sembarangan, tanpa memperhatikan kondisi sekitar. Di Gang II Magersari Kelurahan Kutoharjo, pojok timur Alun-Alun Rembang misalnya. Pihak pengurus RT setempat bahkan memasang tulisan “dilarang kencing di sepanjang jalan area perumahan ini. Kami hormati anda, tolong anda hormati kami”.

Seorang warga Gang II Magersari Alun-Alun Rembang, Sri Martini mengaku bau pesing sudah menjadi santapan rutin, terutama pada waktu pagi hari.

“Baru buka pintu, langsung mak bull, batinku ya Allah. Sudah pesing, sampah juga berceceran, kulit kacang mblasah di mana-mana. Hampir tiap pagi seperti itu, “ ujarnya, Minggu (20 September 2020).

Sangking sering sebelah rumahnya digunakan untuk buang air kecil, sampai tembok berwarna kekuning-kuningan. Ia mengaku pasrah, karena tidak mungkin mengawasi terus menerus. Apalagi biasanya hal itu terjadi pada malam hari.

“Pernah ada yang buang air besar di situ juga. Ya saya sendiri yang membersihkan. Warga jujur saja resah, “ keluh Sri.

Wanita yang sudah bermukim di pojok timur Alun-Alun Rembang sejak tahun 1970 an ini juga menyoroti soal kebersihan.

“Kalau tenaga kebersihan memang ada yang rutin menyapu. Tapi kadang nggak sampai sini di depan rumah saya, kadang juga dibersihkan. Harapannya pengunjung ikut menjaga kebersihan, “ pungkasnya.

Di Alun-Alun Rembang sebenarnya sudah ada WC umum, namun hanya terdapat 1 titik, di pojok barat. Begitu pula tempat sampah, sudah disiapkan. Namun sering kali sebaran pemasangannya tidak merata.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama, ya pedagang, pengunjung maupun pemerintah. Syukur-syukur kalau Pemerintah Kabupaten Rembang mau membentuk unit pelaksana teknis (UPT) khusus menangani Alun-Alun. Ini penting, karena wajah kota dan tempat publik, “ kata Jayadi, seorang warga yang biasa olahraga di Alun-Alun. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *