Pilkada : Waspadai Penyusup Dan Strategi Adu Domba, Atna Tukiman Beberkan Contohnya
Atna Tukiman (baju biru) diantara pasangan Harno – Bayu Andriyanto.
Atna Tukiman (baju biru) diantara pasangan Harno – Bayu Andriyanto.

Bulu – Ketua Dewan Pembina DPD Partai Nasdem Kabupaten Rembang, Atna Tukiman mengingatkan untuk mewaspadai kaum penyusup, yang sengaja dimasukkan untuk mengacaukan kekompakan bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Harno dan Bayu Andriyanto.

Atna menyampaikan pernyataan tersebut saat kegiatan Ngopi Bareng Relawan Dan Media di pendopo Joglo Jigar, sebelah timur makam RA. Kartini, Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kamis siang (10 September 2020).

Atna menyebut pasti ada orang-orang yang disusupkan, sehingga harus diwaspadai. Ia mendengar di lapangan terjadi pembagian Sembako ke sejumlah rumah, mengatasnamakan dari Harno – Bayu. Karena tidak merata, akhirnya memicu protes warga.

“Saya orangnya Harno – Bayu kok gak dibagei, akhirnya gegeran antar warga di situ. Kita harus waspada, ada orang-orang yang disusupkan untuk mengacaubalaukan barisan kita. Pasti ada, “ kata Atna.

Atna juga berharap para relawan waspada terhadap strategi adu domba dari pihak lain. Bisa saja karena mengejar Harno – Bayu terlalu berat, kemudian menggunakan strategi tersebut.

“Secara sederhana, sangat halus tidak kita rasakan. Ora kroso awake dewe diadu domba, sangat-sangat bahaya, “ terangnya.

Lebih lanjut Atna Tukiman mengamati dinamika media sosial yang diwarnai perang urat syaraf antar pendukung dua pasangan bakal calon. Ia menyarankan supaya pendukung dan relawan Harno – Bayu santun dalam menyampaikan pendapat maupun memberikan tanggapan.

“Menahan, menangkis bahkan menghindar dari serangan-serangan di media sosial, kita tetep harus sabar dan tersenyum, “ ucap pimpinan Koperasi Bhina Raharja ini.

Ia mengisahkan pengalaman pribadinya sering dicibir bahkan dihujat, tapi orang yang mencibir dan menghujat justru akhirnya meminta tolong kepada dirinya.

“Tak titeni, sing ndhisik mencibir dan menghujat saya, entek-entekane jaluk tulung. Nggak apa-apa, tetep saya syukuri. Meski dulu menghujat saya, kini membantu saya, “ ungkapnya.

Sementara itu, bakal calon Wakil Bupati yang juga menantu Atna Tukiman, Bayu Andriyanto enggan mengumbar janji, tapi kelak jika Harno – Bayu terpilih, akan melakukan percepatan.

“Bicara komitmen, sudah menghibahkan kami berdua, bismillah membangun Rembang guyup rukun yang lebih baik. Netepi janji, ora bodoni. Ora usah kakean janji. Rembang isyu hari ini kan soal kemiskinan, pengangguran, sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, infrastruktur, air. Inilah target sasaran kita, “ beber Bayu.

Bayu juga menyinggung tentang media sosial. Baginya, dinamika pro kontra merupakan hal biasa.

“Kalau seneng ya ngapik-apik. Kalau nggak seneng, ngelek-elek. Pak Harno mau ngasih semua gajinya kepada masyarakat, beliau itu tulus. Sampai pas jalan, tanya sama saya, gaji Bupati pinten pak, “ kata Bayu.

Bakal calon Bupati, Harno tak banyak bicara dalam kesempatan itu. Ia sebatas menyampaikan terima kasih kepada semua relawan.

“Ini ucapan awal terima kasih. Terima kasih yang lain, kata pak Atna setelah tanggal 09 Desember nggeh, “ pungkasnya disambut tepuk tangan relawan yang hadir. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *