Bakul Belanja Keliling Sampaikan Keluhan Kepada Bupati, Pemkab Siapkan Solusi Di Bulan September
Bakul belanja keliling menyampaikan aspirasi mereka kepada Bupati Rembang, Abdul Hafidz. (Foto atas) Bupati Rembang, Abdul Hafidz melihat barang dagangan bakul keliling, Sabtu sore (15/08).
Bakul belanja keliling menyampaikan aspirasi mereka kepada Bupati Rembang, Abdul Hafidz. (Foto atas) Bupati Rembang, Abdul Hafidz melihat barang dagangan bakul keliling, Sabtu sore (15/08).

Rembang – Dampak pandemi virus corona turut memukul para pedagang belanja keliling di Kabupaten Rembang. Saat kegiatan dialog dengan Bupati Rembang, Abdul Hafidz, di Rumah Makan Nenek, Sabtu (15/08/2020) sore, 100 an pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Bakul Belanja Keliling Rembang mencurahkan keluh kesah mereka.

Ninik, seorang bakul belanja keliling warga Dusun Gundi, Desa Kedungrejo, Rembang mengaku omset penjualan semakin menurun, selama pandemi. Selain daya beli masyarakat masih lemah, hal itu juga dipengaruhi fenomena masyarakat membeli barang secara online.

“Kadang orang sekarang sukanya beli online saja. Kalau beli di belanja keliling, katanya nggak boleh dekat-dekat, khawatir mungkin, “ ujarnya.

Padahal di isisi lain, ia menjadi tulang punggung keluarga. Sang suami, yang berprofesi sebagai montir panggilan, job nya juga sepi selama pandemi ini.

“Bos nya bangkrut, kemudian suami saya berhenti kerja. Setelah itu biasa jadi montir panggilan. Kalau ada angkutan rusak, betulin. Tapi ini jarang sekali ada panggilan, otomatis ya nganggur lama, “ imbuh wanita yang menjadi pedagang keliling sejak tahun 2001 lalu ini.

Ninik menambahkan sudah memperoleh bantuan dana desa Rp 600 ribu per bulan. Namun ia berharap pemerintah juga mengucurkan dana hibah atau setidaknya pinjaman lunak dengan bunga ringan, supaya pelaku usaha kecil seperti dirinya mampu bertahan.

“Mugi-mugi mawon ada pinjaman yang bunganya ringan, tanpa agunan, biar kita agak leluasa kulakan dagangan. Lhah BLT biar untuk membantu ekonomi keluarga sama keperluan biaya anak-anak sekolah online mas, “ ucapnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan pihaknya sudah menyiapkan program bantuan permodalan dan pinjaman lunak bagi pedagang keliling maupun UMKM di Kabupaten Rembang. Khusus pinjaman lunak, bunganya 4 persen per tahun, bertujuan untuk pemulihan ekonomi. Saat ini, baru tahap penyusunan Peraturan Bupati (Perbup). Diharapkan bulan September mendatang, sudah bisa terealisasi.

“Tidak pakai agunan. Bunganya hanya 4 persen per tahun. Nanti juga ada program hibah bantuan permodalan dengan syarat tertentu. Penyalurannya melalui BKK, “ beber Bupati.

Hafidz menambahkan di wilayahnya terdapat 40 ribuan UMKM. Namun akan dipetakan terlebih dahulu, mana yang terdampak Covid-19, sehingga program tersebut benar-benar tepat sasaran.

“Data kita hampir 40 ribu UMKM, tapi kan nggak semua butuh itu, nggak semua kena dampak. Makanya kita data. Teknisnya, bisa dapat modal, bisa pula pinjaman. Nggak ada soal politik ini, sudah direncanakan sejak lama kok, semata-mata karena pandemi Covid-19, “ pungkasnya. (Wahyu Adi/ Musyafa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *