Gerakan Ganti Bupati Dari Mantan Petinggi, Begini Respon PPP
Paguyuban Mantan Petinggi Rembang (PMPR) melancarkan gerakan #2020 Ganti Bupati, Minggu (02 Agustus 2020).
Paguyuban Mantan Petinggi Rembang (PMPR) melancarkan gerakan #2020 Ganti Bupati, Minggu (02 Agustus 2020).

Pamotan – Sekira 125 an orang yang mengatasnamakan Paguyuban Mantan Petinggi Rembang (PMPR), Minggu siang (02 Agustus 2020) mendeklarasikan gerakan #2020 Ganti Bupati pada Pilkada 09 Desember mendatang.

Mereka membantah aksi ini disponsori oleh kelompok tertentu, namun semata-mata didorong oleh kekecewaan para mantan petinggi atau mantan kepala desa.

Bertempat di salah satu rumah makan sebelah barat Perempatan Japerejo Kecamatan Pamotan, para mantan Kades mengucapkan ikrar ganti Bupati.

“Paguyuban Mantan Petinggi Rembang sepakat tahun 2020 ganti Bupati, untuk mewujudkan Rembang kedepan lebih baik dan lebih maju. Ok ok yes, “ begitu bunyi ikrar yang dipimpin mantan Kepala Desa Bulu, Budi Utomo.

Mantan kepala desa Japerejo Kecamatan Pamotan, Hasyim mengungkapkan ada sejumlah alasan, kenapa ia turut bergabung dalam gerakan tersebut. Yang paling pokok, pasangan Bupati dan Wakil Bupati sekarang, Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto, sudah hampir pasti pecah kongsi.

Padahal saat pencalonan melalui jalur independen (perseorangan) di Pilkada 2015 lalu, Hafidz – Bayu didukung oleh kepala desa melalui pengumpulan KTP warga. Kala itu diharapkan bisa berduet selama 2 periode, ternyata sekarang meleset.

“Seolah-olah mantan petinggi gak kanggo (nggak terpakai-red). Padahal dulu kita-kita ini yang ikut memperjuangkan. Sekarang kok malah pecah kongsi, kelihatannya 99 % nggak mungkin bisa berpasangan lagi. Makanya kita sepakat bulat dengan tagar ganti Bupati, “ kata Hasyim.

Faktor lain, Hasyim berpendapat dengan ganti Bupati, kondisi Kabupaten Rembang kedepan akan lebih maju.

“Yang kami undang 150, tapi yang hadir kira-kira 125 orang. Misinya tahun 2020 ganti Bupati, untuk Kabupaten Rembang lebih baik. Bukan kita digerakkan atau ditunggangi kepentingan lain, tapi inisiatif sendiri, sumbernya ya karena kekecewaan tadi, “ bebernya.

Lalu bagaimana tanggapan pihak Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menyokong pencalonan Bupati petahana, Abdul Hafidz ?

Wakil Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang, Dahlan Suyuti menganggap gerakan semacam itu menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati adalah hal biasa.

“Kelompok sini dukung si A, kemudian kelompok situ dukung si B. Kami sebagai orang partai politik, menanggapi ya biasa saja, meski kita tetap serius mengikuti perkembangan dinamika yang terjadi, “ ujarnya.

Ulama yang tinggal di Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke ini menambahkan pada saatnya nanti setelah deklarasi pasangan calon dari PPP, konsolidasi akan dilakukan lebih luas, guna mendulang suara sebanyak-banyaknya.

“Kuncinya perkuat konsolidasi. Karena kebetulan PPP ini belum deklarasi, jadi ada celah-celah yang dimanfaatkan pihak-pihak lain. Nanti kalau sudah, apalagi sudah daftar, tentu konsolidasi akan jauh lebih melebar, “ tandas Dahlan.

Dahlan juga menyebut sampai hari Minggu (02 Agustus 2020), belum satu pun pasangan kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati yang berani mendeklarasikan diri secara formal. Di PPP pun masih belum. Termasuk untuk posisi calon Wakil Bupati, baginya masih ada 3 orang yang berpeluang mengantongi rekomendasi, yakni Arifin, Bayu Andriyanto (Wabup saat ini-Red) dan Gus Umam (Zaimul Umam).

Mengingat, sampai Minggu siang (02/08) Bayu Andriyanto belum mengundurkan diri secara resmi dari bursa pencalonan Cawabup PPP, meski sempat melontarkan mundur, saat jumpa pers, beberapa waktu lalu.

“Kemarin dari pihak Nasdem mau mundur secara resmi di kantor PPP, ternyata nggak jadi. Kalau menurut kita, secara formal Cawabup PPP ya masih ada 3, soalnya mas Bayu sampai hari ini belum mundur, “ imbuhnya.

Ditanya kapan rekomendasi pasangan calon dari DPP PPP akan turun, Dahlan Suyuti menganggap tinggal menunggu waktu yang tepat.

“Nah kita baru akan deklarasi secara fullgar, kalau surat rekomendasi dari DPP PPP turun, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *