Seorang Wanita Meninggal Dunia, Sehari-Hari Jualan Di Warung Kopi
Jenazah korban, Rupi’ah saat akan dimakamkan, Jum’at siang (17/07).
Jenazah korban, Rupi’ah saat akan dimakamkan, Jum’at siang (17/07).

Pancur – Seorang wanita meninggal dunia di Desa Pohlandak Kecamatan Pancur, Jum’at (17 Juli 2020) sekira pukul 07.00 Wib. Dugaan sementara karena bunuh diri.

Korban bernama Rupi’ah, usia sekira 28 tahun, sehari-hari berjualan di warung kopi. Kepala Desa Pohlandak Kecamatan Pancur, Mundasir ketika dikonfirmasi menjelaskan pihaknya menerima laporan dari perangkat desa, menyebutkan ada warga mendengar suara teriakan minta tolong dari dalam rumah Rupi’ah.

Setelah itu, ia bersama masyarakat mengecek ke TKP. Saat warga tiba, posisi korban sudah tidak tergantung, tetapi dalam kondisi dipangku oleh suami sirinya di lantai dekat kamar bagian belakang. Pihak desa kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada Polsek Pancur. Polisi yang datang, mengarahkan untuk membawa korban ke Puskesmas Pancur. Sesampainya di Puskesmas, Rupi’ah dipastikan sudah meninggal dunia.

“Korban dibawa ke Puskesmas. Namun denyut jantung korban sudah nggak ada, “ tuturnya.

Berdasarkan informasi yang ia terima dari petugas medis Puskesmas Pancur maupun aparat kepolisian, meninggalnya korban diduga karena bunuh diri. Hasil pemeriksaan, juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Di dalam rumah ditemukan kain batik untuk sarana gantung diri. Tadi aparat kepolisian juga memeriksa sejumlah saksi di TKP, “ ungkap Kades.

Mundasir menambahkan masyarakat sama sekali tidak mengira, Rupi’ah meninggal dunia dalam kondisi seperti itu. Ditanya tentang keadaan keluarganya, ia mengakui pihak desa memang beberapa kali menerima informasi dari warga sekitar yang merasa terganggu, lantaran Rupi’ah dan suami sirinya kerap cek cok.

“Belakangan ini hubungan dengan suaminya kurang harmonis, sering cek cok. Apakah karena masalah itu, pokoknya terkait penyebab kematian korban, kita serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian, “ tandasnya.

Jenazah korban dimakamkan di pemakaman Desa Pohlandak Kecamatan Pancur, Jum’at siang. Almarhumah meninggalkan 3 orang anak.

“Anak pertama dan kedua dari suami yang pertama mas. Lha dengan suami sirinya ini, almarhumah punya anak baru berumur 4 bulan, “ pungkas Mundasir. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *