Abdul Hafidz Blak-Blakan Soal Pilkada, “Bisa Saja Di Luar 4 Figur Itu..”
Reporter R2B, Musyafa Musa berbincang dengan Bupati Rembang, Abdul Hafidz, Jum’at malam (05/06).
Reporter R2B, Musyafa Musa berbincang dengan Bupati Rembang, Abdul Hafidz, Jum’at malam (05/06).

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz, yang juga dijagokan sebagai calon Bupati dari PPP, Jum’at malam (05/06) di rumah pribadinya Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, blak-blakan seputar pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serentak tanggal 09 Desember 2020.

Pertanyaan siapa bakal calon Wakil Bupati yang akan digandengnya, Hafidz menanggapi saat ini 4 nama sudah diusulkan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP), yakni Harno, Arifin, Bayu Andriyanto (Wakil Bupati sekarang-Red) dan Zaimul Umam.

Menurutnya, sampai hari ini mereka masih mempunyai peluang yang sama. DPP PPP akan menggodok, namun tetap memperhatikan usulan dari tingkat bawah.

“Jadi sewaktu-waktu dipanggil, kami akan beri masukan kepada DPP, untuk persiapan penetapan pasangan calon PPP. Dari sana mintanya nggak mau satu-satu, tapi langsung 1 pasang calon, “ terangnya.

Ia menilai keempat figur tersebut mempunyai kemampuan tidak jauh berbeda dan punya niat yang sama ikut membangun Kabupaten Rembang.

“Sampai hari ini diposisikan sama, 4 sosok ini saya nilai sama. Tapi bisa saja DPP sendiri memilih di luar 4 orang itu, karena ketentuan di DPP ada. Apalagi banyak lobi-lobi politik di pusat, “ ucap Hafidz.

Didesak apakah enjoy dengan Wakil Bupati saat ini, Bayu Andriyanto dan ingin berpasangan lagi ? Hafidz berujar singkat, dengan siapapun semua enjoy.

“Pak Bayu itu orang baik, kalau ada kekurangan pasti ada. Kalau ada yang bertanya enjoy apa tidak, siapa pun saya enjoy saja. Apa sampean pernah dengar saya cek cok di pemerintahan. Dulu dengan pak Salim ya enjoy saja, “ imbuhnya tersenyum.

Soal suara berkembang di luar, ia sengaja mengulur waktu untuk bermanuver politik, sehingga kandidat lain akan sulit mengejar, Hafidz menegaskan sama sekali tidak pernah mempunyai pemikiran seperti itu. Menurutnya, karena ada proses yang harus dilewati. Perkiraan, akhir bulan Juli atau awal bulan Agustus, pasangan calon dari PPP akan ditetapkan.

“Jangan sampai saya melukai, menipu apalagi menikam orang lain, dengan manuver. Sudah watak saya sejak dulu, mulai jadi sopir, tukang bakar gamping ya biasa saja. Sampai sekarang nggak ada perubahan. Tanya aja masyarakat sini, orang Pamotan anggap saya pak Hafidz ya pak Hafidz. Ora pak Bupati, “ tandas Hafidz yang pada tanggal 18 Juni nanti akan genap berusia 58 tahun ini.

Hafidz menambahkan dirinya sudah berkomunikasi dengan banyak partai politik, karena PPP tetap membutuhkan koalisi, agar semakin besar peluang memenangkan Pilkada. Mulai dengan PDI-P, Gerindra, PKS, Nasdem, termasuk PKB.

“Ada orang mengatakan pak Hafidz sombong, gak gelem komunikasi. Siapa yang nggak mau komunikasi. Sama PDI-P nggak putus, PKS ke tempat saya, kemudian PKB malah lengkap Dewan Syuro maupun Tanfidznya. Saya dengan pak Atna Tukiman dari Nasdem sudah dua kali ketemu, saya ke sana dan pak Atna ke tempat saya. Kalau ada penilaian pilah pilih, itu kan penilaian mereka saja. Memang ada yang belum gantian saya kunjungi, karena soal waktu, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *