Pamitan, Sekda Subakti Ungkap Filosofi Baju Yang Ia Kenakan
Sekda Rembang bersama isteri (tengah) diapit oleh Bupati dan Wakil Bupati Rembang beserta isteri, di lantai IV Gedung Setda, Jum’at (29/05).
Sekda Rembang bersama isteri (tengah) diapit oleh Bupati dan Wakil Bupati Rembang beserta isteri, di lantai IV Gedung Setda, Jum’at (29/05).

Rembang – Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Subakti mengisahkan filosofi baju batik yang ia kenakan, saat berpamitan di lantai IV Gedung Setda Rembang, Jum’at (29 Mei 2020).

Subakti yang akan memasuki masa pensiun per tanggal 01 Juni 2020 ini mengungkapkan batik tersebut merupakan batik yang sama dipakai, ketika dirinya dilantik menjadi Sekda sekira 3,5 tahun lalu.

“Meskipun warnanya sudah pudar, namun tetap kupakai pada saat pelepasan hari ini. Maknanya saya cinta pada batik ini, sekalipun warnanya pudar. Saya cinta pada istri saya, walaupun tidak secantik dulu paribasane. Artinya ada konsistensi yang saya pertahankan sejak awal dilantik sampai saat ini dilepas. Artinya Bakti masih seperti yang dulu, ” tuturnya disambut tawa tamu undangan yang hadir.

Subakti dalam sambutannya menceritakan dirinya pertama kali menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 1985 sebagai staf di Kantor Kecamatan Kaliori dan terakhir dilantik pada tanggal 14 Desember 2016 menjadi Sekda, posisi jabatan tertinggi seorang ASN.

Sementara itu Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan terima kasih atas pengabdian Subakti selama menjadi ASN. Bupati berharap walaupun sudah purna tugas, namun sumbangan pemikiran Subakti masih diperlukan untuk kemajuan Kabupaten Rembang.

Setelah Subakti pensiun, posisinya digantikan oleh Penjabat (PJ) Sekda Rembang, Achmad Mualif, yang saat ini menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kab. Rembang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *