Tak Kunjung Pulang Saat Waktu Buka Puasa, 2 Anak Ditemukan Meninggal Dunia
Suasana pencarian di TKP embung Desa Kuangsan, hingga menemukan jasad korban, Kamis malam (14/05).
Suasana pencarian di TKP embung Desa Kuangsan, hingga menemukan jasad korban, Kamis malam (14/05).

Kaliori – 2 anak meninggal dunia tenggelam di dalam embung sebelah barat Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori, Kamis sore (14 Mei 2020).

Kedua korban masing-masing, Rizal Abdul Aziz (12 tahun) dan Fadil Catur Saputra (07 tahun), warga RT 03/RW 02 Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori.

Menurut informasi yang dikumpulkan dari sekitar TKP, awalnya korban itu pamit ingin memancing ikan ke embung, sekira pukul 15.30 Wib. Tapi sampai waktu berbuka puasa, keduanya tak kunjung pulang, sehingga orang tua anak tersebut melakukan pencarian. Rizal ditemukan kali pertama sudah mengapung di permukaan embung. Setelah itu warga melakukan penyelaman, untuk mencari korban Fadil.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga turun ke lokasi. Proses pencarian sekira setengah jam lebih, berhasil menemukan Fadil, dalam kondisi meninggal dunia, Kamis malam.

Kepala Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori, Tarmuji menjelaskan Rizal duduk di bangku kelas VI SD, sedangkan Fadil baru kelas I SD.

“Nggak ada yang tahu bagaimana kronologis korban tenggelam. Namun diduga salah satu terpeleset, yang satunya mau nolong. Karena embungnya sangat dalam, kemudian sama-sama tenggelam, “ kata Kades.

Tarmuji menambahkan pihak desa sudah memasang pagar mengelilingi embung. Dulu juga pernah memajang tulisan peringatan, sebagai bentuk antisipasi. Namun masih ada anak-anak nekat bermain di sekitar embung. Pasca kejadian ini, ia mengimbau masyarakat terutama anak-anak, jangan bermain di sekitar embung.

“Namanya juga anak-anak mas. Sudah dipagari, masih masuk ke area embung. Dari pihak desa memohon dari peristiwa ini menjadi bahan pembelajaran bersama, “ tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kaliori, Iptu Sunarto membenarkan peristiwa 2 anak meninggal dunia akibat tenggelam di embung. Pihaknya bersama tim medis Puskesmas Kaliori telah mengecek jasad korban.

“Hasil pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Meninggalnya korban, murni karena tenggelam. Pihak keluarga bisa menerima, “ terang Kapolsek.

Dua jenazah korban menurut rencana akan dimakamkan di pemakaman umum Desa Kuangsan, Jum’at besok (15 Mei 2020). (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *