Sang Suami Saksikan Detik-Detik Meninggalnya Sukeni, Begini Hasil Olah TKP Polisi
Aparat kepolisian mengecek jari korban, terdapat bekas luka bakar. (Foto atas) TKP warga tersengat arus listrik di Desa Sekarsari Kecamatan Sumber.
Aparat kepolisian mengecek jari korban, terdapat bekas luka bakar. (Foto atas) TKP warga tersengat arus listrik di Desa Sekarsari Kecamatan Sumber.

Sumber – Seorang wanita meninggal dunia tersengat arus listrik, saat berada di lahan persawahan, Jum’at (08 Mei 2020) sekira pukul 07.30 Wib.

Korban bernama Sukeni (53 tahun), warga Desa Sekarsari Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Menurut hasil olah TKP Polsek Sumber, korban semula berangkat ke sawah dengan suaminya, Parmo (55 tahun), untuk mengairi lahan persawahan, dengan menggunakan mesin pompa air.

Sesampainya di sawah, Parmo sibuk memasang pompa air. Sang isteri sempat melihat ada tiang kabel dari bambu roboh, bermaksud ingin membetulkan atau mendirikan. Korban berjalan kaki menuju bambu, berjarak sekira 30 an Meter dari posisi suami memasang mesin pompa.

Saat mendirikan bambu tiang kabel, diduga tangan kiri Sukeni tanpa sengaja menyentuh sambungan kabel listrik. Begitu tersengat arus listrik, sontak korban langsung terjatuh. Melihat peristiwa itu, suami korban berteriak meminta tolong, kemudian dibantu sejumlah warga lain membawa korban ke Puskesmas Sumber. Begitu sampai Puskesmas Sumber, petugas medis menyampaikan Sukeni sudah meninggal dunia.

Kapolsek Sumber, AKP Saleh didampingi Kanit Reskrim, Ipda Taat Udjianto menjelaskan petugas medis juga melakukan pemeriksaan visum luar. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Jadi penyebab meninggalnya korban disimpulkan murni karena tersengat arus listrik. Pada bagian jari kelingking, terdapat bekas luka bakar akibat tersengat arus listrik, “ terangnya.

AKP Saleh menambahkan setelah dari Puskesmas, pihaknya menyerahkan jenazah korban kepada perwakilan keluarga untuk dimakamkan.

“Kami mengimbau masyarakat lebih waspada. Apalagi jika beraktivitas di dekat jaringan kabel listrik antar sawah. Di desa-desa banyak yang sambungan listrik buatan sendiri seperti itu, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *