Meski Kadang Dianggap Sepele, Namun Pesan dr. Nur Khotib Ini Bisa Bermanfaat Untuk Anda
dr. Nur Khotib, Kepala Puskesmas Pamotan.
dr. Nur Khotib, Kepala Puskesmas Pamotan.

Pamotan – Setelah warga Desa Megal Kecamatan Pamotan dinyatakan sembuh dari korona, Kepala Puskesmas Pamotan, dr. Nur Khotib mengingatkan agar kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan etika saat bersin maupun batuk tetap dijaga.

Nur Khotib menyampaikan batuk dan bersin yang tidak ditutup, rentan menyebarkan virus. Andaikan saat bersin, lupa tidak membawa tisue atau tidak memakai masker, ditutup saja dengan lengan atas bagian dalam, agar virusnya tidak menyebar.

“Wong watuk etikane piye ben viruse ora nyebar, carane ditutupi nganggo masker atau tisue. Insyaallah viruse boten tekan pundi-pundi. Lha pas wahing (bersin-Red) gak kondho-kondho, opo meneh kena srengege, langsung tutupi nggo lengan atas dalam, ben viruse ora muncrat-muncrat, “ tuturnya.

Nur Khotib mengingatkan bagi warga yang baru pulang dari daerah merah positif Covid-19, meski tidak merasakan gejala batuk, demam, pilek, sebaiknya tetap mengisolasi diri di rumah selama 14 hari. Menurutnya, bisa saja warga terpapar Covid-19, tapi tidak merasakan gejala semacam itu.

“Kenapa 14 hari, karena ketika virus Covid-19 ini masuk ke tubuh, masanya 14 hari. Kalau sudah lebih dari 14 hari, sudah nggak. Makanya disuruh untuk di rumah dulu, biar nggak menular. Syukur-syukur di rumah tidur makan cukup, sehingga daya tahan tubuh bagus, virus nggak berkembang, “ terangnya.

Lebih lanjut Kepala Puskesmas Pamotan mengajak masyarakat tetap menjaga pola hidup sehat, salah satunya memperbanyak cuci tangan. Baginya, kejadian positif korona merupakan momentum tepat untuk menekankan masyarakat lebih memperhatikan kebersihan.

“Jangan kemudian setelah ini, watuk bersin sakkarepe dewe, do lali cuci tangan. Ampun nggeh. Kebersihan sebagian dari iman nggak hanya terucap di lisan, tetapi benar-benar dengan hati dan perbuatan, “ tandasnya.

Nur Khotib turut mengimbau masyarakat untuk tidak mengucilkan warga Desa Megal. Apalagi pemerintah berulang kali sudah menyampaikan jangan panik berlebihan dalam menghadapi korona, namun tetap waspada. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *