Dua Anak Berstatus PDP, Bupati Akui Ribuan Pemudik Masuk Rembang
Petugas Damkar Rembang menyemprot cairan desinfektan ke area los pasar, Senin (30/03).
Petugas Damkar Rembang menyemprot cairan desinfektan ke area los pasar, Senin (30/03).

Rembang – Ribuan warga dari luar negeri maupun luar daerah mudik pulang ke Kabupaten Rembang. Kondisi ini yang diwaspadai Pemkab Rembang, supaya tidak menambah penularan virus corona. Apalagi saat ini jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) semakin meningkat.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengakui banyaknya pemudik masuk Kabupaten Rembang menjadi salah satu pertimbangan, kenapa daerahnya menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Ia beralasan sulit mendeteksi penularan virus Covid-19, karena orang yang tampak sehat sekalipun, bisa terpapar. Manakala pemudik merasakan gejala demam, flu, batuk dan sesak nafas, diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Dua hari lalu, warga yang mudik ke Kabupaten Rembang jumlahnya ribuan, makanya kami ambil langkah strategis untuk mempercepat penanganan Covid-19 ini. Kita antisipasi pemudik dari luar yang masuk ke sini, “ kata Bupati.

Hafidz menambahkan hari Senin (30 Maret 2020), Pemkab Rembang mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk menyemprotkan cairan desinfektan di Pasar Pandangan, Pasar Kragan dan Pasar Sarang. Ia juga memerintahkan kepada pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memodifikasi truk tangki, bisa menyemprot desinfektan. Tujuannya, bisa mempercepat penanganan, hingga ke pelosok pedesaan.

“Mobil Damkar ini akan keliling tiap hari. Untuk yang PDAM akan menyusul dalam waktu 1-2 hari ini, “ imbuhnya.

Sementara itu berdasarkan data website resmi Pemkab Rembang, hingga Senin malam (30/03), jumlah orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 246 orang, pasien dalam pemantauan (PDP) 11 orang dan 1 positif terpapar corona.

Dari jumlah PDP yang menjalani perawatan, kebanyakan merupakan usia produktif. Bahkan dua diantaranya masih anak-anak. Apakah positif atau negatif corona, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii menyebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *