Ribuan Santri Pulang, Melewati Pemeriksaan Ketat
Santri pondok pesantren Al Anwar Sarang, pulang ke daerah masing-masing, Senin (30/03).
Santri pondok pesantren Al Anwar Sarang, pulang ke daerah masing-masing, Senin (30/03).

Sarang – Ditengah kesiapsiagaan menghadapi virus corona, lebih dari 3 ribuan orang santri Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, pulang ke kampung halamannya masing-masing, yang tersebar di 30 provinsi se Indonesia.

Hari Senin (30 Maret 2020) misalnya, 18 bus mengangkut santri Al Anwar, berangkat menuju pulau Sumatera. Mereka rata-rata nantinya turun di Jambi, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kendaraan lain, untuk sampai di daerahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang sekaligus Ketua DPRD Rembang, Majid Kamil menjelaskan untuk santri yang berasal dari Kalimantan, menyesuaikan dengan kesiapan tiket pesawat. Namun pengurus pondok pesantren membantu memfasilitasi proses kepulangan.

“Yang bus ke Sumatera itu, banyak pula santri dari Aceh. Mereka nantinya dijemput keluarga atau melanjutkan dengan kendaraan lain, setelah sampai Jambi. Yang saya tahu, santri asal Bawean juga sudah banyak yang pulang, “ tutur putera Alm. Kiai Maimoen Zubair ini.

Majid Kamil menambahkan santri-santriwati tersebut bukan dipulangkan, tetapi karena kegiatan di pondok pesantren sudah memasuki masa libur. Keputusan pulang diserahkan kepada santri maupun persetujuan orang tua.

Tapi karena sekarang di Indonesia sedang waspada terhadap virus corona, santri yang pulang menjadi langkah antisipasi penularan. Menurutnya, kalau total santri yang berjumlah 6 ribuan orang, semua masih bertahan, tentu agak menyulitkan pihak pondok pesantren melakukan pantauan. Aktivitas pondok pesantren, nantinya baru akan dimulai lagi setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Di sini kan ada Al Anwar 1 sampai 4, jaraknya juga saling berjauhan. Kalau 6 ribu masih di sini, sulit mantaunya. Padahal kita diwajibkan untuk mewaspadai corona. Masuknya nanti ya Syawalan, sesudah Lebaran, “ imbuh Gus Kamil, sapaan akrabnya.

Sebelum pulang ke daerah masing-masing, setiap santri harus melewati proses pemeriksaan suhu tubuh. Mereka antre berjajar rapi di jalan lingkar pinggir pantai. Setelah dipastikan tidak bermasalah, baru naik ke atas bus. Dalam beberapa hari kedepan, gelombang kepulangan santri akan terus berlanjut. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *