Jalan Rusak Renggut Korban, Angka Meninggal Dunia Selama 2 Tahun Tergolong Tinggi
Polisi menggelar olah TKP di lokasi kecelakaan jalur Pantura Desa Tambakagung Kecamatan Kaliori. (SC FB).
Polisi menggelar olah TKP di lokasi kecelakaan jalur Pantura Desa Tambakagung Kecamatan Kaliori. (SC FB).

Rembang – Angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Rembang, tergolong sangat tinggi. Karena trend nya cenderung naik, pihak Polres Rembang mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan ketika melaju di jalan raya.

Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto membeberkan pada tahun 2018 lalu korban meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas sekira 400 an, kemudian naik tahun 2019 menjadi 500 an orang. Menurutnya lebih memprihatinkan, korban meninggal dunia didominasi kaum pelajar maupun usia produktif.

“Macam-macam kejadiannya. Ada ibu-ibu terjepit truk, ada yang lagi jalan sama keluarganya dihantam dari belakang. Kita doa bersama, agar tahun 2020 ini tidak meningkat jumlahnya. Tentu jadi perhatian kita bersama, “ kata Kapolres.

Dolly mengamati ada sejumlah sebab, kenapa angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Rembang tinggi. Ia mencontohkan jalur Pantura membentang sepanjang 63 kilo meter, dari Kaliori – Sarang. Apalagi kondisinya ramai dan rata-rata memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

“Kita berkendara untuk Rembang saja 63 km, 1 jam lebih itu, butuh fisik prima, “ ujarnya.

Selain faktor jalan, sebab yang menonjol adalah kelalaian manusia. Semisal tidak memakai helm, mengantuk dan berkendara dalam pengaruh Miras.

“Menyalip kendaraan lain, tapi tidak memperhatikan kondisi di depannya aman atau tidak. Hal itu juga sering, “ imbuh Dolly.

Untuk menekan angka kecelakaan, fungsi Satuan Lalu Lintas lebih dikedepankan, terutama dari sisi pencegahan. Bentuknya, melalui penambahan rambu peringatan dan memperbanyak sosialisasi.

Sementara itu, pada Minggu (22 Maret 2020), sekira pukul 10.30 Wib, terjadi kecelakaan lalu lintas di TKP jalur Pantura Desa Tambakagung Kecamatan Kaliori. Pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal, hingga sang pengendara meninggal dunia. Korban atas nama Rifai (51 tahun) warga Desa Mojowarno, Kecamatan Kaliori.

Berdasarkan hasil olah TKP kepolisian, sepeda motor melaju dari arah barat ke timur. Sesampainya lokasi, motor menghantam lubang, sehingga oleng ke kiri dan masuk ke dalam parit.

“Pengendara motor meninggal dunia, karena menderita luka di bagian wajah, “ kata Kanit Laka Satlantas Polres Rembang, Ipda Ryan Myta Pangesti. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *