Isyu Warga Positif Corona, Ini Dia Penjelasan Resmi Dinas Kesehatan
Ilustrasi waspada corona.
Ilustrasi waspada corona.

Rembang – Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang menegaskan hingga Kamis pagi ini (19 Maret 2020), belum ada satu pun warga Kabupaten Rembang positif terjangkit virus corona.

Informasi yang beredar melalui media sosial maupun pesan Watshap berantai menyebutkan bahwa seorang pria warga Kabupaten Rembang positif corona seusai pulang dari Bali, sejauh ini hasilnya masih dalam pemeriksaan tim medis atau belum dinyatakan positif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii mengungkapkan pasien tersebut masih dikategorikan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Sampai pukul 10.00 Wib Kamis pagi, tim medis masih melakukan pemeriksaan dan pengawasan lebih lanjut, guna memastikan apakah yang bersangkutan positif corona atau bukan.

“Belum dinyatakan positif Covid 19, tetapi merupakan pasien dalam pengawasan (PDP). Saat ini sedang dilaksanakan pemeriksaan dan pengawasan lebih lanjut oleh tim medis, apakah Covid atau bukan, “ tandasnya.

Sebelumnya, ada seorang pria warga Kabupaten Rembang, pulang kerja dari Bali. Sampai rumah, mengalami sakit flu, batuk disertai sesak nafas. Setelah masuk RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, kemudian dirujuk ke sebuah rumah sakit di Semarang.

25 orang yang sempat kontak dengan pasien tersebut, diminta untuk tetap tenang dan senantiasa menjaga perilaku hidup sehat. Tapi jika mengalami gejala batuk, pilek dan sesak nafas, disarankan untuk segera berobat.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang, Musyafa’ mengajak masyarakat untuk tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum jelas sumbernya. Apalagi dicantumkan secara terang-terangan nama pasien dan asal-usul desa.

“Mohon masyarakat lebih bijak menyikapi kondisi sekarang, di tengah-tengah begitu kencangnya arus informasi. Mohon diteliti dulu, dikroscek dan jangan cepat menyebarluaskan. Kasihan orangnya, apalagi kalau ternyata nggak positif. Kewaspadaan memang perlu, tapi juga mesti diimbangi dengan rasa empati terhadap sesama, “ tuturnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *