Dikala Pemerintah Serukan Membatasi Kerumunan, Ketua Paguyuban Kades Lontarkan Pendapat Beda
Jidan Gunorejo, Ketua Paguyuban Kepala Desa se Kabupaten Rembang.
Jidan Gunorejo, Ketua Paguyuban Kepala Desa se Kabupaten Rembang.

Rembang – Ketua paguyuban kepala desa se Kabupaten Rembang, Jidan Gunorejo mempunyai pandangan lain, seputar pencegahan virus corona agar tidak masuk ke Kabupaten Rembang. Dikala pemerintah menyerukan membatasi kerumunan orang dalam jumlah banyak, tapi Jidan justru berharap Pemkab Rembang memprakarsai istigozah.

Jidan berpendapat saat ini bersamaan dengan bulan Rajab, banyak desa yang sudah terlanjur mengundang kyai dan ulama untuk mengisi pengajian. Padahal di sisi lain, umat Islam juga harus menunaikan ibadah sholat Jum’at, yang kondisinya sama-sama mendatangkan kerumunan. Daripada sulit menerapkan sama rata, Jidan menyarankan Pemkab Rembang mengajak seluruh lapisan masyarakat meningkatkan istigozah, berdo’a kepada Allah SWT memohon virus corona tidak masuk ke Kabupaten Rembang.

“Pengajian banyak yang batal, sementara kalau bicara kerumunan, sholat jum’at itu juga termasuk kerumunan. Kalau usul saya, tingkatkan istigozah agar penyakit corona tidak sampai Kabupaten Rembang. Saya kira nggak perlu ada yang ditakuti, kita hanya takut kepada Allah, “ tutur Jidan.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengakui muncul kepercayaan dengan bersholawat, penyakit dan maksiyat minggat. Kalau serta merta dilarang, menurutnya rawan berontak. Tapi harus diberikan alasan-alasan bahwa kondisi dunia saat ini sedang berperang melawan corona, yang penyebarannya sangat cepat dan berbahaya. Ia berharap masyarakat bisa memahami.

“Kalau dilarang begitu saja, pasti berontak. Tapi dikasih pengertian, saya kira nanti akan menerima. Hal ini supaya dipahami secara utuh, “ tandasnya.

Bupati kemudian mengarahkan pejabat pemerintah maupun anggota DPRD tidak melakukan kunjungan keluar daerah. Begitu pula dinas/instansi yang dijadwalkan akan menerima tamu dari luar daerah, ditolak untuk sementara waktu.

“Di agama sudah diajarkan ketika terjadi wabah penyakit, warga yang di dalam jangan keluar. Yang dari luar juga jangan masuk ke sini, kan fair itu, “ ungkap Bupati.

Bupati sendiri mengaku membatalkan banyak agenda kerja. Tidak hanya di dalam kabupaten, tetapi juga rencana pergi keluar daerah.

“Kita batalkan semua. Ada tentara manunggal membangun desa (TMMD) batal, kemudian undangan ke Semarang juga batal. Ini bukan kita mengada-ada, tapi bicara kita demi negara, “ tegas Hafidz.

Hari Selasa (17 Maret 2020), Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama kepala satuan kerja di jajaran Pemkab Rembang mengikuti rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melalui layar video teleconference di ruang rapat Bupati. Dalam kegiatan tersebut, disampaikan banyak hal menyangkut kondisi perkembangan virus corona di Jawa Tengah, sekaligus penanganannya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *