Irigasi Terhambat Longsor, Pasca Penanganan Darurat Disiapkan Upaya Permanen
Saat bencana tanggul irigasi longsor dan sesudah penanganan, di sekitar Waduk Panohan, Kecamatan Gunem.
Saat bencana tanggul irigasi longsor dan sesudah penanganan, di sekitar Waduk Panohan, Kecamatan Gunem.

Gunem – Tanggul saluran irigasi di sekitar Waduk Panohan Kecamatan Gunem yang longsor dan menutupi laju air, akhirnya selesai ditangani. Kalau tidak ada langkah cepat, dikhawatirkan banyak tanaman padi yang terancam puso atau gagal panen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Rembang, Sugiharto, Selasa siang (18 Februari 2020) menjelaskan saluran irigasi yang amblas tersebut, mengaliri ratusan hektar persawahan. Begitu tertutup, aliran air menjadi terhambat. Penanganan saat ini sifatnya darurat atau masih sementara.

“Kasihan masyarakat, kalau tidak cepat diatasi. Soalnya irigasi mengaliri ratusan hektar. Nggak hanya di Desa Panohan saja. Sekarang sudah kembali berfungsi. Muda-mudahan sampai kita bangun permanen, kondisinya masih bagus, “ ujarnya.

Sugiharto menambahkan masyarakat menyumbangkan tenaga, kemudian material tanggul darurat berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sedangkan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang mengerahkan alat berat beckhoe.

Disinggung tentang pembuatan tanggul permanen, pejabat warga Desa Kabongan Kidul, Rembang ini memperinci kebetulan sudah siap dana alokasi khsusus (DAK) sebesar Rp 2,5 Miliar, guna menata saluran irigasi tersebut.

“Jadi titik yang longsor ini sebelumnya sudah kami petakan untuk ditata melalui DAK. Dana segitu perkiraan bisa buat tanggul permanen sepanjang 2 kilo meter. Lelangnya bulan Maret mendatang, insyaallah April atau Mei bisa dilaksanakan, “ tandasnya.

Sementara itu, petani di Desa Panohan Kecamatan Gunem, Sodiqin “Sadam” menyampaikan terima kasih atas gerak cepat Pemkab Rembang, memperbaiki saluran irigasi yang longsor. Kebetulan debet air Waduk Panohan saat ini cukup tinggi bahkan melimpas, sehingga pasokan air ke lahan persawahan yang semula terganggu, kini lebih lancar.

“Kalau tidak dibantu Pemkab ya susah mas. Amblasnya saja sepanjang 25 Meter, nggak mungkin pakai peralatan manual, seperti cangkul. Alhamdulillah alat berat tiba di sini dan akhirnya selesai, “ kata Sodiqin. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *