Sama-Sama Ikut Pilkades Serentak, 2 Kades Tidak Ikut Pelantikan
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyerahkan surat keputusan pelantikan Kades, Kamis (05/12).
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyerahkan surat keputusan pelantikan Kades, Kamis (05/12).

Rembang – Ada dua calon kepala desa terpilih yang belum dilantik saat pelantikan kepala desa di pendopo Museum Kartini Rembang, Kamis (05 Desember 2019). Berbeda dengan 235 orang pemenang hasil Pilkades serentak 06 November lalu, mereka kini resmi menjabat sebagai kepala desa.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan kedua calon kepala desa terpilih itu yakni dari Desa Tlogotunggal Kec. Sumber dan Desa Kendalagung, Kecamatan Kragan. Hal itu karena masa jabatan Kades yang lama belum berakhir, sehingga harus menyesuaikan.

“Nanti pelantikan keduanya bisa di balai desa setempat atau di kabupaten. Nggak masalah kalau soal itu, bisa diatur, “ tutur Hafidz.

Bupati mendorong supaya kepala desa yang baru segera menyesuaikan dengan tugas pokok fungsi, serta melakukan konsolidasi kepada semua elemen di tingkat desa, terutama pihak rival yang dulu pernah bersaing saat Pilkades. Ia berharap dengan adanya kebersamaan, dapat menjadi modal untuk memajukan desa.

“Tadi sudah saya sampaikan bahwa yang pertama harus menguasai tugas pokok penting Kades, yang kedua konsolidasi ke element massa desa yang butuh maupun tidak butuh terutama kepada rival kemarin yang ikut calon harus didekati karena sebagai langkah awal, “ terangnya.

Bupati menyebut pembentukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga menjadi agenda penting. Apalagi jika BPD belum terbentuk, maka Kades perlu menginisiasi. Mengingat sudah mendekati akhir tahun.

Salah satu Kades yang dilantik adalah Kades Sendangmulyo Kecamatan Sluke, Asmuni. Ia menyadari di kampungnya masih terjadi pro kontra, karena keterpautan suara dengan calon lain kala itu cukup tipis. Asmuni memaklumi, sekaligus menganggap sebagai hal yang wajar dalam berdemokrasi.

“Saya siap merangkul semua pihak termasuk rival saya kemarin saat Pilkades, sama-sama masih saudara. Saya juga menghormati pihak lain yang kemarin melakukan protes sampai audiensi ke DPRD, itu bagian dari demokrasi, “ ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Ukir, Kecamatan Sale, Novi Eka Anggreswari bertekad untuk meningkatkan pembangunan di desanya.

“Ukir itu kan berada di daerah terpencil ya. Pengin agar Ukir ini lebih dikenal. Tentu kita ingin berinovasi, “ kata Novi.

Usai pelantikan, jajaran Forkopimda bersama Kades terpilih dan pendukungnya yang turut hadir, berjalan kaki dari tempat pelantikan menuju ke alun-alun Rembang, untuk menghadiri hajatan dan pameran produk perikanan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *