“Lewat Sini, Diharapkan Tertular Virus Kerukunan…”
Tandon air bantuan dari Kementerian Sosial di Desa Meteseh, Kec. Kaliori sudah dioperasikan. (Foto atas) Tugu keserasian sosial menjadi simbol kerukunan masyarakat.
Tandon air bantuan dari Kementerian Sosial di Desa Meteseh, Kec. Kaliori sudah dioperasikan. (Foto atas) Tugu keserasian sosial menjadi simbol kerukunan masyarakat.

Kaliori – Semangat kegotongroyongan dan budaya silaturahmi yang semakin luntur dikalangan masyarakat pedesaan, ditumbuhkan kembali melalui beragam cara.

Salah satunya memantapkan program keserasian sosial, di desa binaan Kementerian Sosial. Untuk Kabupaten Rembang, ditunjuk Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori. Setelah program tersebut bergulir, sejauh mana manfaat yang dirasakan masyarakat setempat ?

Eko Hadi, Ketua Panitia Kegiatan Keserasian Sosial di Desa Meteseh menjelaskan setelah beberapa waktu lalu berlangsung sarasehan tematik tahap pertama, kemudian dilanjutkan pada hari Kamis (28/11) dengan pertemuan tematik kedua. Pagi hari diisi jalan santai, setelah itu ada penyampaian narasumber dari Dinas Sosial Kabupaten, dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, turut dikukuhkan pula tugu keserasian sosial di pinggir jalan kampung Desa Meteseh, sebagai simbol kerukunan.

“Jadi kalau lewat sini, warga bisa ingat kembali, bahwa sebenarnya satu sama lain adalah saudara. Ibaratnya tertular virus kerukunan. Ya mari kita saling bantu membantu. Semoga tidak ada rasa iri dan dengki. Pokoknya terjalin yang namanya keserasian sosial, “ kata Eko.

Pasca program keserasian sosial dengan alokasi dana Rp 150 Juta, menurut Eko Hadi masyarakat di kampungnya bisa mendapatkan sejumlah manfaat. Yang pertama, pembangunan tandon air senilai Rp 100 Juta sudah dioperasikan dan sekarang ada 20 kepala keluarga menerima suplai air. Sedangkan kegiatan non fisik dengan anggaran Rp 50 Juta, untuk memompa semangat warga menjaga kerukunan dan meningkatkan kegotongroyongan, dikemas melalui kegiatan-kegiatan tematik.

“Yang tandon air turut diresmikan. Harapan kami kedepan tidak ada lagi konflik sosial karena berebut air. Untuk non fisik, saya rasa warga memahami betapa pentingnya menjaga kerukunan, karena para pejabat pemerintah yang datang ke sini, terus memberikan pembinaan, “ imbuhnya.

Sementara itu, Kartini Sri Handayani, perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah mengingatkan supaya masyarakat merawat tandon air, untuk kepentingan jangka panjang.

“Kalau ada masalah, ya monggo diselesaikan bersama-sama. Kuncinya gotong royong, agar mampu mengikis kesenjangan, “ tandasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *