Mengintip Hasil Tes Tertulis Balon Kades, Lulusan SMA Kalahkan Sarjana
Hasil tes tertulis bakal calon Kades di dua desa. Nilai tes tertulis masih diakumulasikan dengan variabel lain, sebelum ditetapkan menjadi calon.
Hasil tes tertulis bakal calon Kades di dua desa. Nilai tes tertulis masih diakumulasikan dengan variabel lain, sebelum ditetapkan menjadi calon.

Rembang – Tes tertulis untuk bakal calon kepala desa sudah lama usai. Namun ada hasil yang agak mengejutkan dan hingga saat ini masih menyedot perhatian, karena seorang lulusan SMA justru nilai tes tertulisnya mampu mengalahkan sarjana.

Kala itu di Desa Sumberejo, Kecamatan Rembang Kota terdapat 9 orang bakal calon Kades dan Desa Sumbergirang Kecamatan Lasem ada 6 orang bakal calon Kades. Karena sesuai peraturan, jumlah calon kepala desa paling banyak 5 orang, maka bakal calon dari kedua desa tersebut mengikuti tes tertulis, yang diselenggarakan oleh Pemkab Rembang, menggandeng UNS Solo.

Ternyata setelah selesai tes tertulis, bakal calon Kades Sumberejo atas nama Wahyu Budi Mulyono yang merupakan lulusan SMA, mendulang nilai tertinggi sebanyak 80, mengungguli 8 peserta lain. Sedangkan 4 bakal calon Kades berstatus sarjana, mengantongi nilai jauh lebih rendah. Bahkan ada yang hanya mendapatkan nilai 46.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Rembang, Nur Purnomo Mukdi Widodo mengaku sempat terkejut dengan hasil itu. Begitu selesai tes tertulis, kemudian diserahkan kepada panitia Pilkades tingkat desa, supaya dijumlahkan dengan variabel lainnya, yakni pengalaman di pemerintahan, pendidikan dan umur.

“Yang Sumberejo itu kita sempat terkejut, sedangkan Sumbergirang yang tertinggi nilainya 73, atas nama Pak Marjuki. Hasil tes tertulis tadi, masih digabung dengan indikator lain. Setelah itu dijumlahkan, “ bebernya.

Nur Purnomo menambahkan fenomena semacam itu sekaligus menggambarkan bakal calon Kades sarjana, belum tentu mengalahkan bakal calon yang pendidikannya lebih rendah, dalam proses pembobotan. Ketika yang berpendidikan tinggi nilai tes tertulis anjlok, tetap rawan tak bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.

“Artinya yang dikhawatirkan bakal calon, kemudian sebagian kalangan dan pemerhati, anggapan lulusan sarjana akan mengalahkan bakal calon yang pendidikannya lebih rendah, tidak sepenuhnya benar, “ kata Nur.

Di Desa Sumberejo, dari 9 orang bakal calon, akhirnya ditetapkan 5 calon kepala desa, diantaranya Linggo utomo, Slamet Rahayu, Mahardika Purwaning Wijayanti, Anang Setiajid dan Wahyu Budi Mulyono. Sedangkan untuk Desa Sumbergirang, bakal calon Kades Abdul Jabar Sidiq dinyatakan tidak lolos, karena kalah nilai dengan 5 bakal calon lainnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *