Relokasi Pasar Sluke : Yang Dulu Punya 8 Kios, Bagaimana Perlakuan Di Tempat Baru ?
Kepala Desa Sluke, Tulus Priyo Prasetyo menyaksikan proses pengundian lahan untuk pedagang korban kebakaran di area relokasi pasar.
Kepala Desa Sluke, Tulus Priyo Prasetyo menyaksikan proses pengundian lahan untuk pedagang korban kebakaran di area relokasi pasar.

Sluke – Pedagang Pasar Sluke Kecamatan Sluke yang menjadi korban kebakaran disamaratakan, ketika mereka menempati lahan relokasi. Meski sebelumnya mempunyai 2 kios atau lebih, tetap mendapatkan jatah 1 kios di tempat yang baru.

Tulus Priyo Prasetyo, Kepala Desa Sluke menyampaikan hal itu ketika menyaksikan pengundian kapling relokasi pasar, di Balai Desa Sluke, Senin sore (09/09). Menurut Tulus, pedagang puas atau tidak puas, yang jelas hal itu sudah menjadi keputusan bersama antara pedagang dan pemerintah desa. Nantinya setiap kios di lahan relokasi berukuran 3 x 4 Meter. Sedangkan untuk biaya pendirian kios, ditanggung oleh masing-masing pedagang.

“Saat pertemuan, pengurus paguyuban sama lembaga desa juga hadir ikut menyaksikan. Disepakati 1 orang 1 kios. Meski dulu punya dua atau tiga kios, ketika direlokasi hanya dapat 1 kios, “ terangnya.

Tulus menambahkan penempatan pedagang di area relokasi, berdasarkan hasil pengundian. Lebih dulu pedagang dikelompokkan, sesuai jenis barang dagangan yang dijual. Cara tersebut untuk menghindari kecemburuan dan mewujudkan situasi kondusif pasca musibah kebakaran.

“Jadi yang pedagang sayur kumpul dengan pedagang sayur, yang buah dengan buah, yang pakaian sama pakaian. Pengundian ini untuk meminimalisir permasalahan. Biar nggak ada anggapan pedagang ini dekat dengan si A, dekat dengan si B, sehingga dapat yang strategis, “ imbuhnya.

Pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Sluke, Gulam Mubarok membenarkan dirinya semula memiliki 8 kios di Pasar Sluke yang ludes terbakar. Diminta tanggapannya setelah relokasi hanya mendapatkan jatah kapling 1 kios, Gulam mengaku mengikuti saja keputusan tersebut.

“Keputusane ngoten, kulo mengikuti mawon. Ya tinggal berusaha dan berdo’a gitu saja. Harus sabar, nggak perlu saya tanggapi adil atau nggak, “ ujar Gulam.

Sementara itu, lokasi Pasar Sluke yang terbakar saat ini masih dipasangi garis polisi (police line) dan dikosongkan. Sedangkan pedagang yang terkena musibah kebakaran maupun tidak, semua diwajibkan pindah ke titik relokasi di sebelah barat dan selatan pasar, mulai Selasa (10 September 2019). (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *