Puncak Kreatifest : Dari Gaun Pengantin, Hingga Sampah Daur Ulang
Kemeriahan fashion show saat penutupan Kreatifest di Jl. Kartini Rembang, Sabtu malam. (Foto atas) Anggota Polwan Polres Rembang ikut menjadi model.
Kemeriahan fashion show saat penutupan Kreatifest di Jl. Kartini Rembang, Sabtu malam. (Foto atas) Anggota Polwan Polres Rembang ikut menjadi model.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz enggan mengklaim daerahnya sudah maju. Tapi jika melihat sejumlah indikator di sejumlah bidang, menurutnya Kabupaten Rembang mengarah pada kemajuan.

Hafidz membeberkan hal itu saat menutup ajang Kreatifest di Jl. Kartini, utara Perempatan Jaeni Rembang, Sabtu malam (20 Juli 2019). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PT. Semen Gresik dengan Disperindagkop & UMKM, guna menyambut Hari Jadi Kab. Rembang ke -278.

Bupati mengungkapkan Rembang baru saja ditetapkan sebagai kabupaten kreatif. Melalui Kreatifest yang menyajikan stand pameran untuk pelaku UMKM, mengadakan sejumlah pelatihan dan dikemas dengan beragam hiburan, diharapkan mampu menjawab Rembang layak menyandang kabupaten kreatif.

Selain bergeraknya sektor tersebut, Bupati juga menyebutkan sejumlah penghargaan akan diterima Kabupaten Rembang, dalam waktu dekat ini. Semisal Kabupaten Layak Anak tingkat nindya, kemudian Puskesmas Kragan II menjadi salah satu Puskesmas terbaik tingkat nasional. Penghargaan tersebut, sama-sama akan diserahkan pada hari Rabu mendatang.

“Yang kabupaten layak anak, penghargaan akan diberikan di Makassar, Sulawesi Selatan. Yang Puskesmas Kragan II ini urutan 21 dari total 10 ribuan Puskesmas se Indonesia. Nantinya penghargaan akan diserahkan di Palembang, Sumsel. Kalau melihat indikator ini, kelihatannya Rembang mau maju. Saya nggak ngeklaim maju lho ya, tapi tampaknya mau maju, “ ujarnya.

Abdul Hafidz juga meminta dukungan dari masyarakat untuk membantu kelangsungan industri kecil dan menengah. Termasuk batik tulis Lasem yang sudah menembus dunia internasional. Kalau orang luar negeri saja mau memakai batik Lasem, tentunya warga Kabupaten Rembang sendiri juga harus bangga memakai batik Lasem.

“Lho klambi yang tak pakai ini, batik Lasem. Apik nopo boten niki ? Pemerintah pusat memberikan penghargaan, sudah booming di tingkat nasional. Saya mohon ne tuku batik, ya batik Lasem. Kalau warga sini nggak menghargai, ya kebangeten, biar batik tulis Lasem bisa menggeliat ke mana-mana, “ imbuh Hafidz.

Selama event Kreatifest dua hari, PT. Semen Gresik mengadakan lomba mural atau sejenis mewarnai di medium becak dan keranjang belanja. Kepala Departemen Hukum Dan Komunikasi PT. Semen Gresik, Gatot Mardiyana mengatakan pihaknya menyediakan total hadiah belasan juta rupiah.

Pada akhir kegiatan Kreatifest, ditutup dengan peragaan busana atau fashion show. 37 orang model ikut ambil bagian, mulai dari anak-anak hingga model profesional. Termasuk 5 orang anggota Polwan Polres Rembang, turut berlenggak lenggok di atas karpet merah yang membentang di Jl. Kartini. Kostum yang mereka kenakan juga beragam.

Tidak hanya balutan batik Lasem, tetapi ada pula yang menggunakan busana pengantin dan pakaian berbahan sampah daur ulang. Ribuan orang menyaksikan pagelaran tersebut, hingga selesai sekira pukul 21.30 Wib. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *