Gara-Gara WC, Begini Kisah Kepala Desa Dipanggil Pejabat Pemkab
Kondisi pinggir pantai utara Desa Sarangmeduro, Kecamatan Sarang.
Kondisi pinggir pantai utara Desa Sarangmeduro, Kecamatan Sarang.

Sarang – Membebaskan buang air besar (BAB) sembarangan di pinggir pesisir pantai utara Kecamatan Sarang, penuh liku-liku dan butuh proses waktu panjang. Hal itu karena masyarakat sudah terlanjur senang BAB di pinggir laut, karena dianggap mudah dan praktis.

Lalu bagaimana dengan di Desa Sarangmeduro, Kecamatan Sarang, sebuah kampung di dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sarang ?

Kepala Desa Sarangmeduro, Nur Ijaz menceritakan suatu hari dirinya pernah dipanggil Asisten I Sekda kala itu yang sekarang menjabat Sekretaris Daerah, Subhakti, gara-gara masalah WC. Penyebabnya, masih ada warga buang air besar sembarangan. Setelah ditelusuri, ternyata yang bersangkutan kesulitan BAB kalau masuk WC, lantaran sudah terbiasa BAB di pinggir laut.

Namun seiring berjalannya waktu, ia memastikan sekarang mayoritas warga Desa Sarangmeduro sudah mempunyai jamban sendiri di rumah. Yang belum punya, tinggal tersisa di kawasan RT 06, RT 08 dan sebagian di RT 05.

“Saya dipanggil pak Asisten I, gara-gara WC. Waktu survei di TPI sini bilang, alhamdulilah pak inggi (Kades-Red), sudah tidak ada yang BAB sembarangan. Lha ndadak ketahuan ada 1 warga jongkok BAB di pinggir pantai. Orangnya memang nggak bisa BAB di WC. Saya didukani pak Puskesmas, “ ujarnya sambil terkekeh.

Nur Ijaz menargetkan bulan Agustus tahun ini, desanya mencanangkan bebas BAB sembarangan. Kebetulan akan ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sehingga diharapkan bisa mempercepat. Ia menganggap masyarakatnya termasuk mudah diajak komunikasi, berkaitan masalah ini.

“Orang sini itu nggak susah diajak komunikasi. Diarahkan A ok, arahkan B juga ok. Tapi sekali saja loro atine, wis tenan. Pokoknya pinter-pinter jogo atine. Insyaallah target bebas BAB sembarangan, Agustus selesai, tenan, “ tandasnya.

Sementara itu, Camat Sarang, Muttaqin mengakui pemerintah desa sering diingatkan menyangkut masalah buang air besar di pinggir laut, karena Kecamatan Sarang kerap menuai sorotan. Ia mendukung apabila desa berani mencanangkan target, karena bagaimanapun dengan BAB di jamban, maka sejatinya juga peduli terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar.

“Pada dasarnya ini kan kembalinya ke warga juga. Ya monggo, ayo didukung bareng-bareng gerakan ini, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

1 thought on “Gara-Gara WC, Begini Kisah Kepala Desa Dipanggil Pejabat Pemkab

  1. Senwedok delok toprak seng lanang danger bako semoga tidak ter ulang listrek 450 A aja bisa bakar rumah cek keadaan istasi rumah anda masih layak kah atau perlu servis, saran ku mangan memperbesar cek reng sesuwekan daya kwh 🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *