Tersentak Kaget, Saat Sang Dokter Sulit Melupakan Pengalaman Tangani Pasien Ini
dr. Bambang Suhartanto.
dr. Bambang Suhartanto.

Rembang – Lama sering menangani pasien kanker payudara, ada pengalaman sulit terlupakan bagi dokter spesialis bedah, dr. Bambang Suhartanto, yang sekarang bertugas di rumah sakit Bhina Bhakti Husada Rembang. Pengalaman itu membuatnya sempat tersentak kaget, bahkan sampai sekarang belum terjawab.

dr. Bambang Suhartanto bercerita suatu ketika datang seorang perempuan penderita kanker payudara kondisinya sudah parah stadium IV. Sangking parahnya, pasien tersebut tidak memiliki puting atau payudara sampai rata, tidak nampak sama sekali. Ia heran, karena baru kali pertama menjumpai, begitu mengerikan kanker menggerogoti. Selang sebulan kemudian, pasien itu akhirnya meninggal dunia.

“Ada yang paling nggak bisa lupa, tapi ini cerita buruk ya. Pasien kanker, kondisi payudaranya hilang. Nggak ada atau rata sama kulit. Kulitnya sudah kaku dan mengeras. Pengakuan dia sering pakai obat herbal. Yang saya heran dan belum terjawab sampai sekarang, pakai obat herbal apa kok sampai seperti itu, “ kenangnya.

dr. Bambang Suhartanto menambahkan selain menemukan kasus langka hilangnya payudara pasien, ia juga pernah menangani sejumlah pasien laki-laki yang terkena kanker payudara. Menurut Bambang, kanker payudara juga bisa menyerang laki-laki, terutama pada masa puber dan usia di atas 65 tahun.

“Laki-laki pun bisa kena pembesaran kelenjar payudara. Yang usia puber sebabnya belum diketahui, tapi kalau usia 65 tahun ke atas, artinya ada kelainan. Serangan pada laki-laki kebanyakan puber, tapi tumor payudara jinak, “ imbuh dr. Bambang.

Kanker payudara terjadi karena sel-sel di payudara tumbuh tidak normal. Sel-sel ini membelah dengan cepat dan berkumpul membentuk benjolan, kemudian menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain. Penyakit ini lebih rentan menyerang wanita, ketimbang pria. Maka kaum wanita selalu disarankan mengecek rutin payudaranya sendiri. Begitu menemukan ada benjolan, sesegera mungkin periksa ke dokter. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *