
Sumber – Denyut nadi Sanggar Seni Baraloka di sebelah utara Puskesmas Sumber, semakin berdetak belakangan ini.
Bahkan Wakil Dekan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Anggono Kusumo Wibowo ikut datang langsung, memberikan dukungan demi eksistensi Sanggar Baraloka, yang gencar mengembangkan seni barongan dan jaranan.
Anggono Kusumo Wibowo mengungkapkan antara tradisi dan perkembangan zaman tidak bisa dipisahkan.
Menurutnya, seni juga harus mengikuti trend perubahan, supaya kedepan tetap bisa lestari. Meskipun ada inovasi, namun tetap ada sisi-sisi seni yang harus dipertahankan.
“Sebuah tantangan, antara tradisi dan modern. Tradisi pun harus mampu beradaptasi. Inovasi dalam garapan, lewat konsep kekinian. Misi disesuaikan keadaan zaman. Tradisi tetap ada patron-patron yang tidak bisa ditinggalkan,” tuturnya.
Anggono mendorong Sanggar Baraloka sabar berproses, karena pengembangan seni budaya di desa, selalu kental dengan semangat kerja keras dan kebersamaan.
“5 atau 10 tahun kedepan akan tetap bisa jalan, asal masyarakat dan sanggar punya kesadaran untuk terus belajar,” tandas Anggono.
Ketua Sanggar Baraloka, Khoirul Anam menjelaskan Baraloka singkatan dari barong, raras, indah, berkarya.
“Pemain Barongan 5 orang, Jaranan 7 orang, Ganongan 6 orang dan Pengrawit sekitar 15. Ada yang dari Blora dan Pati. Untuk berkumpul, berlatih menjadi tantangan tersendiri buat kami,” bebernya.
Ia berharap di Baraloka menjadi wadah para pegiat seni untuk berkarya. Apalagi sekarang sudah ada pihak-pihak yang memperhatikan sekaligus mendampingi, sehingga anak-anak desa menjadi lebih bersemangat.
“Dulu-dulu kurang yang support, lha ini kesempatan kami, setelah ada yang mendukung. Lokasi Sanggar Baraloka berada di kediaman pak Danramil Sumber. Bagi kami kesenian barongan, jangan sampai mati. Gimana caranya kita teruskan,” imbuh Khoirul.
Sementara itu, pegiat seni di Kecamatan Sumber yang juga pembina Sanggar Baraloka, Achdiat Galih menjelaskan pada tanggal 27 Juni mendatang, akan berlangsung event internasional di Kecamatan Sumber.
Nantinya Sanggar Baraloka akan tampil, sehingga sampai saat ini masih mematangkan semua persiapan. Ia berharap dari Kecamatan Sumber, akan mampu mengangkat kemajuan seni budaya di Kabupaten Rembang.
“Tujuan awal kita untuk menjaga kedaulatan budaya, sebagai benteng terakhir di tengah budaya asing yang masuk ke negara kita. Sekecil apapun, harus tetap dirawat. Paling tidak di Kecamatan Sumber ada festival tahunan, yang juga bisa mengangkat nama Rembang,” pungkas Achdiat. (Musyafa Musa).

