Atasi Bunga Rusak, Begini Cara Pengelola THS Padaran
Bunga rusak di THS Padaran. (foto atas) Pengunjung tampak asyik berpose, untuk mendapatkan foto terbagus.
Bunga rusak di THS Padaran. (foto atas) Pengunjung tampak asyik berpose, untuk mendapatkan foto terbagus.

Rembang – Baru sekira 10 hari dibuka, sejumlah titik bunga di dalam lokasi Taman Hijau Semenggah (THS) Desa Padaran, Rembang sudah rusak terinjak-injak. Diduga karena pengunjung saling berdesakan dan tidak mempedulikan situasi, ketika sedang berfoto.

Lokasi kerusakan paling parah menimpa hamparan bunga prenthol atau ronde. Muhammad Ulin Nuha, mewakili pengelola THS Padaran mengakui peningkatan jumlah pengunjung memang terjadi, utamanya pada akhir pekan. Ketika bunga rusak, pengelola sudah mengantisipasi melalui pembibitan bunga. Selain itu, kedepan pengawasan juga akan ditingkatkan.

“Diprediksi sampai liburan sekolah pengunjung akan ramai. Kita sudah punya green house untuk pembibitan. Ya bunga yang rusak akan diganti, meski memang butuh waktu ya, “ ungkap Ulin.

Perangkat Desa Padaran, Nurul Afidah mengungkapkan keramaian pengunjung memang sewaktu-waktu bisa menimbulkan kerusakan. Tapi hal itu tetap menjadi pemacu semangat bagi pengelola, untuk bahan evaluasi. Meski di pinggiran bunga sebenarnya sudah dipasangi semacam pagar kawat, supaya pengunjung tidak bisa menerobos masuk. Nurul menimpali pihaknya menargetkan rencana perluasan taman bunga ke areal lahan sisi selatan.

“Penggantian bunga kemungkinan tiap 2-3 bulan sekali. Ini kan kita mengukur seberapa respon masyarakat terhadap keberadaan THS. Ternyata cukup bagus, insyaallah tahun 2020 dikembangkan ke selatan. Tempatnya masih luas kok, “ terangnya.

Meski pengelola siap mengantisipasi potensi kerusakan, namun Nurul tetap berharap pengunjung turut menjaga, supaya bunga-bunga yang ada di dalam Taman Hijau Semenggah mampu bertahan lama. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *