Soleh : “Saya Sudah Ikhlas, Mohon Hentikan, Kasihan…”
Ayah dan kakaknya Zakiudin di Dusun Bulung, Desa Samaran, Kecamatan Pamotan.
Ayah dan kakaknya Zakiudin di Dusun Bulung, Desa Samaran, Kecamatan Pamotan.

Pamotan – Pihak keluarga korban kecelakaan mobil bak terbuka yang tinggal di Dusun Bulung, Desa Samaran, Kecamatan Pamotan berharap supaya warganet menghentikan komentar-komentar miring, maupun meme-meme menyudutkan warga Desa Japeledok, Kecamatan Pancur, titik lokasi kecelakaan.

Ayah dari sopir mobil bak terbuka, Soleh menuturkan bukan tidak menghargai rasa simpati masyarakat terhadap anaknya. Namun kecaman demi kecaman di media sosial, sudah membawa nama Desa Japeledok, sehingga menurutnya kasihan dengan Kepala Desa Japeledok maupun warga lain yang tidak tahu menahu duduk permasalahnnya. Ia berharap polemik di media sosial dapat segera mereda. Jangan sampai diperpanjang lagi.

“Saya lihat dari HP anak-anak, masyaallah komentarnya kok seperti itu. Kasihan sama pak Kades Japeledok maupun warga di sana. Karena anak saya yang jadi korban kecelakaan, Desa Japeledok ikut kena imbasnya. Seandainya saya bisa tutup, saya tutup itu komentar, “ ujarnya, Selasa (21 Mei 2019).

Soleh menyampaikan sudah mengikhlaskan manakala muatan ikan yang dibawa anaknya, dijarah warga. Meski nantinya ia harus mengganti rugi pemilik ikan. Ia menganggap harga ikan tidak seberapa, jika dibandingkan dengan selamatnya nyawa Zakiudin, putera keduanya tersebut.

“Namanya di jalan, yang menjarah kan nggak mungkin orang Japeledok saja. Bisa saja orang lewat ikut. Bos yang punya ikan memang minta ganti rugi Rp 10 Juta, kemarin masih kita tawar Rp 7 Juta. Uang Rp 1 Juta untuk ganti rugi bengkuang, juga masih hutang temen. Meski demikian saya ikhlas, sudah nggak tak pikir lagi, “ tandasnya.

Saat berbincang dengan Reporter R2B, Soleh juga menyampaikan terima kasih kepada Januri, seorang warga Desa Japeledok Kecamatan Pancur, yang tinggal di dekat TKP kecelakaan, sudi menolong anaknya dan membawa ke Puskesmas, untuk mendapatkan perawatan.

“Pak Januri orangnya sudah tua, tapi gelem ngamanke putro kulo. Saya mengucapkan banyak terima kasih. Saya sendiri sempat nggak percaya, ketika melihat mobil rusak berat seperti itu. Bayangan saya, kalau nggak meninggal dunia, paling tidak ya patah tulang. Alhamdulilah, anak saya lukanya tidak separah itu, “ pungkas Soleh dengan mata berkaca-kaca. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *