Caleg Terpilih DPRD Rembang Paling Muda, Responnya Menarik Saat Ditanya Tentang Pacar
Siti Rizqiyah Putri Dwi Ani menunjukkan salah satu atribut kampanyenya saat menggalang suara pemilih. (Gambar atas) Ani berbincang dengan ayahnya, Muhammad Ali, Kamis (16/05).
Siti Rizqiyah Putri Dwi Ani menunjukkan salah satu atribut kampanyenya saat menggalang suara pemilih. (Gambar atas) Ani berbincang dengan ayahnya, Muhammad Ali, Kamis (16/05).

Sluke – Seorang calon legislatif (Caleg) terpilih yang berhasil menggondol kursi DPRD Rembang, ternyata masih cukup muda. Bahkan yang bersangkutan hingga saat ini duduk di bangku kuliah. Termasuk ketika pelantikan DPRD Rembang nanti, ia masih tercatat sebagai mahasiswa. Siapakah dia ?

Nama lengkapnya Siti Rizqiyah Putri Dwi Ani (22 tahun), menetap di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke. Ani, sapaan akrabnya merupakan putri kedua dari tiga bersaudara. Mungkin ia belum banyak dikenal, tetapi sang ayah, Muhammad Ali tergolong sudah familiar. Pasalnya Ali merupakan pemilik rumah makan Robyong Mulyo di pinggir jalur Pantura Desa Sendangmulyo, biasa dipanggil Ali Robyong.

Siti Rizqiyah Putri Dwi Ani, adalah salah satu wajah baru yang akan menempati kursi DPRD Rembang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Menjadi menarik, karena usianya termuda, dibandingkan calon legislator lain. Kepada Reporter R2B, Kamis (16 Mei 2019), Ani mengaku masih kuliah semester 8 jurusan pendidikan IPA Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kebetulan pada Pemilu 17 April lalu, pengalaman kali pertama dirinya mencoblos. Namun gambarnya sudah langsung dicoblos oleh masyarakat pemilih.

Awal mulanya terjun ke dunia politik, karena ada niat pribadi yang didukung oleh dorongan orang tuanya. Ia menyadari sebagai pendatang baru harus rajin terjun masuk ke rumah-rumah warga, untuk menggalang pemilih di daerah pemilihan Kecamatan Sluke & Kragan, sebelum hari pencoblosan. Yang terjauh, dirinya naik ke desa Watupecah, sebuah kampung di puncak perbukitan Kecamatan Kragan. Meski sering mendengar suara miring, tapi Ani berusaha fokus, untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

“Yang namanya kendala tetap ada. Kalau ada suara yang nggak menyenangkan, tutup telinga saja. Saya hanya ingin masyarakat percaya dan saya juga bisa dipercaya masyarakat, “ ujarnya.

Siti Rizqiyah Putri Dwi Ani membenarkan usianya yang tergolong muda di kalangan politisi, kerap dianggap remeh, karena kesannya seperti anak kecil. Dalam Pemilu 17 April, kebetulan Ani yang menempati nomor urut dua, mendapatkan 5.616 suara. Ia ingin membuktikan bahwa anak muda pun bisa menjadi anggota DPRD, meski sebelumnya tidak pernah menyangka.

“Dianggap masih kecil, isih cilik njur arep ngopo. PPP sendiri kebetulan didominasi tokoh-tokoh berusia di atas 30 tahun. Saya yang muda dari generasi milenial ingin membuktikan bisa. Dulu saya sekolah MI, kemudian mondok di Assalam Solo, sedangkan SMA nya di Lasem. Nggak pernah cita-cita jadi DPRD, mengalir saja. Kalau dulu saya pernah pengin jadi dokter, “ imbuh Ani.

Sementara itu ayah Siti Rizqiyah Putri Dwi Ani, Muhammad Ali mengatakan selama proses pencalonan memposisikan sebagai tim sukses putrinya. Ia berusaha meyakinkan tetangga, saudara maupun teman-teman untuk memilih Ani. Jika nantinya duduk di DPRD Rembang, Ali berpesan agar Ani jangan pernah menyakiti masyarakat, apalagi menyakiti orang tua. Kepercayaan tersebut harus dijawab dengan sikap yang amanah.

“Saya nggak siap jadi DPRD, biar yang muda saja. Orang tua hanya mendukung dan mendo’akan. Tujuan mencalonkan anak, selain ingin membesarkan partai, biar ada yang membawa aspirasi saya, “ tandas pengusaha rumah makan sekaligus pengusaha tambang ini.

Sekarang, Siti Rizqiyah Putri Dwi Ani sibuk menyelesaikan skripsinya. Saat dilantik menjadi anggota DPRD Rembang pada bulan Agustus mendatang, Ani masih berstatus mahasiswa UNNES. Ia rencananya baru akan diwisuda pada akhir tahun 2019. Meski demikian diprediksi tidak akan mengganggu dua rutinitas yang berbeda itu, antara kampus dan gedung DPRD. Saat ditanya soal asmara, Ani blak-blakan belum punya pacar.

“Bener belum punya. Cariin dong mas, kalau bisa sich bukan orang politik. Biar saya yang terjun ke dunia politik, suami jangan, “ pungkasnya sambil tertawa lepas. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *