Ramai, Ketika Watu Layar Mendadak Diselimuti Rasa Penasaran
Suasana Watu Layar di dekat Pantai Binangun Lasem, ketika proses memantau hilal, Minggu petang (05/05).
Suasana Watu Layar di dekat Pantai Binangun Lasem, ketika proses memantau hilal, Minggu petang (05/05).

Lasem – Badan Hisab Dan Rukyat (BHR) Kabupaten Rembang bersama sejumlah pihak, menggelar pantauan hilal (bulan muda) di kawasan Watu Layar, Desa Binangun, Kecamatan Lasem, Minggu petang (05 Mei 2019). Melihat hilal adalah salah satu metode untuk menentukan awal bulan suci Ramadan.

Suasana Watu Layar cukup ramai oleh masyarakat, mulai dari ulama, pengurus organisasi masyarakat Islam, aparat kepolisian, mahasiswa maupun kalangan pemuda. Mereka bergantian ingin melihat hilal dari dua unit teropong bulan yang disediakan pengurus BHR.

Siti Lailatul Farihah, seorang warga Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem mengaku dulu saat masih kuliah di IAIN Walisongo Semarang, pernah mengikuti rukyat di Masjid Agung Jawa Tengah dan Kabupaten Jepara. Kala itu cuaca mendung, sehingga gagal melihat hilal.

Solusi Keluhan Lambung

Kebetulan sejak Minggu siang sampai mendekati Maghrib, suasana sekitar Watu Layar Binangun sangat cerah. Siti berharap akan mampu melihat hilal.

“Soalnya beberapa kali ikut rukyat, belum pernah melihat hilal. Nah, muda-mudahan kali ini berhasil, “ ujarnya.

Proses rukyat memantau keberadaan hilal berlangsung dari pukul 17.27 sampai dengan 17.53 Wib. Sejumlah orang mengaku sempat samar-samar melihat hilal. Kadang muncul, tapi tak berselang lama hilang lagi.

Sekretaris BHR Kabupaten Rembang, Ali Mukhyidin berpendapat hal itu belum bisa dibuktikan secara akurat, karena keterbatasan alat pendokumentasian. Daripada ragu-ragu, pihaknya memutuskan belum bisa melihat hilal.

“Percikan air laut kemungkinan mempengaruhi pantauan. Saya pikir belum bisa melihat ya. Kalau ada yang bilang melihat samar-samar, itu nggak bisa jadi pathokan, karena kan menyangkut keyakinan. Kecuali ada 3 orang melihat dan itupun harus disumpah, “ bebernya.

Ali menambahkan apapun hasil rukyat, tetap dilaporkan ke Kementerian Agama RI, untuk bahan sidang isbat. Sementara itu, berdasarkan laporan dari sejumlah daerah, termasuk wilayah Gresik dan Lamongan, Jawa Timur, ada yang melihat hilal. Menteri Agama, Luqman Haqim Syaifudin akhirnya mengumumkan hari pertama puasa Ramadan dimulai hari Senin, 06 Mei 2019. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *