Awal Ramadan : Meski Sepele, Namun Menunjukkan Tingginya Toleransi
Warung makan di pinggir jalur Pantura Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem pintu masuknya dipasangi kain penutup, Senin (06/05).
Warung makan di pinggir jalur Pantura Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem pintu masuknya dipasangi kain penutup, Senin (06/05).

Lasem – Hari pertama bulan suci Ramadan di Kabupaten Rembang berlangsung dalam suasana toleransi cukup tinggi. Salah satunya ditunjukkkan oleh pemilik warung yang tetap buka, mereka memilih memasang kain penutup pada pintu masuk, untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Di pinggir jalur Pantura Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem misalnya. Jika pada hari-hari biasa warung tampak terbuka, begitu memasuki bulan suci Ramadan warung ditutup dengan kain terpal dan pintu masuknya diberi kain penyekat.

Anton, salah satu pemilik warung di Lasem mengatakan cara tersebut untuk menghormati umat muslim yang berpuasa. Tidak ada pihak luar yang meminta, tapi hal itu didasari kesadaran pribadi.

“Saya sudah berjualan 3 tahun di sini. Kalau tiap puasa ya gini ini, pintu masuk warung saya beri kain, nggak tahu kalau warung lain. Saya sebatas ingin menghormati yang lagi puasa, “ kata Anton.

Warga sekitar mengapresiasi sikap toleransi yang ditunjukkan para pemilik warung. Meski warung buka, tapi tidak terlihat mencolok. Tarmuji, seorang warga Desa Karasgede Kecamatan Lasem menjelaskan hampir semua pemilik warung menerapkan cara tersebut.

“Saene ditutup ngoten, ngajeni sing siam-siam niku. Ben mboten ketingal nyolok sangking njawi. Niki kan sangking hati nurani piyambak-piyambak, “ ujarnya.

Tarmuji menambahkan di daerahnya selama ini menjunjung tinggi sikap saling menghormati, meski berbeda etnis dan keyakinan. Menurutnya, kerukunan satu sama lain di Kecamatan Lasem terpelihara dengan sangat baik. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *