Bupati Blak-Blakan Tidak Fasih Berbahasa Inggris, Tanggapan Warga Iran Bikin Mak Nyess
Delegasi Iran saat berkunjung ke Museum Kartini Rembang. (Gambar atas) Penerjemah membantu komunikasi antara Bupati Rembang dengan pejabat dari Iran, Selasa (09/04).
Delegasi Iran saat berkunjung ke Museum Kartini Rembang. (Gambar atas) Penerjemah membantu komunikasi antara Bupati Rembang dengan pejabat dari Iran, Selasa (09/04).

Rembang – Ada kisah menarik dibalik kunjungan delegasi Iran di Rembang, Selasa (09 April 2019). Bupati Rembang, Abdul Hafidz sempat blak-blakan kesulitan berbahasa inggris. Namun ternyata mendapatkan tanggapan melegakan dari perwakilan tamu.

Awalnya, Hafidz mengaku tidak fasih berbahasa Inggris. Ia mencoba berkomunikasi dengan bahasa Arab, ternyata warga Iran juga menolak, karena kurang paham. Hafidz akhirnya memutuskan menggunakan bahasa Indonesia.

“Kalau bahasa Arab, saya bisa. Tadi coba saya tanya, ibu bilang no, no. Ya sudah, lebih baik saya pakai bahasa Indonesia. Daripada pakai bahasa Inggris untuk gaya, malah mengancam saya sendiri, “ ujarnya sambil terkekeh.

Hafidz menambahkan pada awalnya bingung, karena tidak tahu harus menyampaikan apa. Begitu pula tamu warga negara Iran, sama-sama bingung. Ia memohon maaf, karena komunikasi menjadi tidak lancar.

“Jadinya mis komunikasi, saya nggak tahu, ibu juga nggak tahu. Ibaratnya seperti orang buta menuntun orang buta, ora karu-karuan. Tapi alhamdulilah, ada bantuan dari penerjemah, semoga nggak mis komunikasi lagi, “ kata Bupati.

Penerjemah dari Kedutaan Besar Iran di Indonesia, Amir Rostam yang mendampingi kemudian menyampaikan penjelasan Bupati Rembang kepada delegasi Iran. Dalam bahasa Iran yang diterjemahkan ke Indonesia, Zahra, selaku penasehat senior wakil presiden bidang perempuan dan keluarga Republik Islam Iran menanggapi tidak mempermasalahkan mengenai kendala bahasa. Tapi ia langsung bisa menangkap bahasa kebaikan, karena orang-orang yang ditemui menyambutnya dengan baik.

“Bapak bilang nggak bisa bahasa ini, nggak bisa komunikasi. Tapi Ada yang bisa kami pahami adalah bahasa kebaikan. Ketika masuk Indonesia, semua orang baik. Orangnya baik-baik, “ kutip Amir, langsung disambut tepuk tangan para tamu. Masih melalui penerjemah, Zahra merasa kagum ternyata Rembang merupakan kota yang bersih.

“Pada awalnya dipikir nggak bersih, ternyata setelah masuk kotanya bersih banget, “ imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, para tamu dari Iran mendapatkan jamuan makan siang dengan beragam menu khas Kabupaten Rembang. Pihak delegasi Iran menjanjikan suatu saat nanti akan mengundang perwakilan Kabupaten Rembang, untuk datang ke Iran. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *