Deklarasi BPK, Apa Yang Diserukan Oleh Pendirinya ?
Suasana umat yang bersholawat di sela-sela deklarasi Barisan Pecinta Kiai di lapangan Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Senin malam (08/04).
Suasana umat yang bersholawat di sela-sela deklarasi Barisan Pecinta Kiai di lapangan Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Senin malam (08/04).

Sarang – Ribuan orang menghadiri deklarasi Barisan Pecinta Kiai (BPK) yang berlangsung di lapangan Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Senin malam (08/04).

Sebelum deklarasi, umat diajak sholawatan terlebih dahulu. Selain itu ditampilkan sebuah video dari layar lebar yang menggambarkan wilayah Sarang sebagai salah satu basis pondok pesantren. Dalam video tersebut, BPK juga menekankan kepada umat agar menolak praktek politik uang, pada Pemilu serempak 17 April.

Muh. Idror Maimoen, pendiri Barisan Pecinta Kiai (BPK) menyatakan bangsa yang hebat adalah bangsa yang menolak politik uang. Ia merasa trenyuh ketika sebelum acara, datang seorang warga miskin menyumbang kerupuk, demi berjalannya deklarasi. Menurut putra Kiai Maimoen Zubair ini, sudah saatnya bukan pemerintah saja yang memikirkan rakyat, tetapi rakyat yang cerdas, juga ikut memikirkan pemerintahan.

“Sungguh saya mengapresiasi perjuangan mereka. Di sini saya ingin menekankan, tolak politik uang, ayo rakyat ikut memikirkan pemerintahan dan ayo ikut kiai, melok kiai. Allahuakbar, “ seru Idror.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang hadir dalam kegiatan itu menganggap ajakan rakyat ikut memikirkan pemerintahan merupakan ide yang cerdas, supaya terjadi keberimbangan antara kepentingan masyarakat dan pemerintah.

“Memang perlu ada semacam imbal balik. Atas nama Pemkab Rembang tentu ide semacam ini sesuatu yang membanggakan kita. Bagaimana kita bersama-sama turut membantu keprihatinan bangsa, “ beber Bupati.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan bedah rumah, tiap desa 3 unit rumah tidak layak huni. Kalau ditotal jumlah desa se Kabupaten Rembang, jumlahnya 800 an lebih. Itupun masih belum menjangkau secara keseluruhan.

“Alhamdulilah Pemprov telah membantu bedah rumah per desa 3 rumah. Untuk semua desa di Kabupaten Rembang. Ternyata angka tersebut masih kecil, karena yang dibutuhkan ada ribuan rumah tidak layak huni, “ terang pria yang biasa disapa Gus Yasin ini.

Usai deklarasi Barisan Pecinta Kiai yang diiringi dengan pesta kembang api, kemudian dirangkai tausiyah Kiai Maimoen Zubair, pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, sekaligus menutup kegiatan tersebut. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *