Didesak Perbaikan Patung Diponegoro Ambruk, Begini Tanggapan Dinas Terkait
Patung Pangeran Diponegoro yang ambruk di perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur, dicek oleh dinas terkait Pemkab Rembang, Senin (25/03).
Patung Pangeran Diponegoro yang ambruk di perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur, dicek oleh dinas terkait Pemkab Rembang, Senin (25/03).

Sarang – Warga Kecamatan Sarang di daerah perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur berharap supaya patung Pangeran Diponegoro berkuda yang ambruk diterjang angin kencang, segera diperbaiki.

Budaeri Djamil, seorang warga Desa Temperak Kecamatan Sarang menganggap patung sebagai simbol telah masuk wilayah Provinsi Jawa Tengah. Selain itu banyak pula masyarakat yang biasa bersantai di tempat tersebut. Kalau kondisinya masih berserakan, menurutnya menjadi kurang nyaman.

“Ini kan simbol daerah Jawa Tengah, tanda sudah masuk wilayah Jawa Tengah. Ya gimana caranya ada percepatan perbaikan, “ kata Djamil.

Camat Sarang, Muttaqin mengungkapkan dari hasil pengecekan kondisi patung tidak rusak total, tetapi pada bagian ekor dan tangan patung yang memegangi keris tampak rusak. Kalau patung lama akan dipasang lagi, tetap perlu pembenahan. Pihaknya sudah mengkonfirmasi penjaga tugu perbatasan. Intinya, kejadian robohnya patung Pangeran Diponegoro telah dilaporkan ke dinas terkait Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kalau Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Sarang sebatas pada pengamanan patung yang terbuat dari tembaga itu. Pak polisi sudah mengitari dengan police line. Ya kita tunggu saja langkah dari Pemprov seperti apa, karena bagaimanapun tempat itu penting sebagai penanda titik keluar masuk Jawa Tengah, “ terangnya.

Sementara itu, sejumlah pegawai dari Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman Kabupaten Rembang, Senin pagi (25 Maret 2019) mengecek patung Pangeran Diponegoro yang ambruk. Kepala Seksi Pertamanan Dan Pemakaman, Intan Primasari menjelaskan tugu perbatasan dibangun tahun 2009 silam. Kedatangannnya sebatas melakukan pengecekan sejauh mana tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Ia belum bisa memastikan apakah biaya perbaikan ditanggung Pemkab Rembang atau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Ada laporan dari masyarakat, jadi kami datang ke sini ingin ngecek langsung. Soal biaya perawatan, perlu kita telusuri dulu, “ kata Intan.

Sebelumnya, patung Pangeran Diponegoro berkuda dari bahan tembaga di pinggir jalur Pantura Desa Temperak Kecamatan Sarang ambruk, setelah hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan perbatasan dua provinsi, Minggu pagi (24/03). (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *