“Mayit Sikile Ilang, Bar Dikuburke Sikile Ketemu…”
Para perawat jenazah mendapatkan pelatihan di lantai IV Gedung Setda Rembang, Selasa (19/03).
Para perawat jenazah mendapatkan pelatihan di lantai IV Gedung Setda Rembang, Selasa (19/03).

Rembang – Perawat jenazah dituntut menyesuaikan perkembangan zaman, sehingga mampu meningkatkan mutu perawatan, pemandian dan penanganan jenazah secara benar.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz di sela – sela pelatihan perawat jenazah di lantai IV gedung Setda Rembang, Selasa (19/03) mencontohkan ada peristiwa jenazah hilang kakinya. Setelah jenazah dimakamkan, ternyata kakinya baru ditemukan. Langkah – langkah seperti apa yang harus diambil, menurutnya para perawat jenazah perlu mendapatkan pemahaman.

“Ono mayit ndadak sikile ilang misale. Barang liyo dino sikile ketemu, terus piye, lha mangke pak kiai yang menjelaskan. Apa disusulno apa dimandikan sendiri kakinya itu. Soalnya seperti ini ya terjadi, “ kata Hafidz.

Dalam kegiatan pelatihan tersebut mendatangkan narasumber dari rumah sakit dr. R. Soetrasno Rembang, Dwi Nugroho. Ia membagikan ilmu tentang bagaimana merawat serta memandikan jenazah yang benar dan mengantisipasi penyakit menular. Hari pertama ini, diperuntukkan bagi ratusan perawat jenazah dari wilayah Kecamatan Kaliori, Pamotan, Sale dan Kecamatan Sarang. Sedangkan sisanya, dilanjutkan hari Rabu dan Kamis (20 – 21 Maret 2019). Selain pelatihan, Bagian Kesra Pemkab Rembang juga mencairkan honor perawat jenazah tahun 2019 ini. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *