“Motorku Langsung Ngglewar, Jian Rawan Tenan….”
Jalan rusak di jalur Pantura antara Desa Manggar dengan Desa Blimbing, Kecamatan Sluke. Pengguna jalan utamanya pengendara sepeda motor harus lebih waspada.
Jalan rusak di jalur Pantura antara Desa Manggar dengan Desa Blimbing, Kecamatan Sluke. Pengguna jalan utamanya pengendara sepeda motor harus lebih waspada.

Rembang – Efek curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Rembang dalam lima hari terakhir ini, mengakibatkan kerusakan jalan di jalur Pantura sudah masuk kategori mengkhawatirkan. Bahkan kalau tidak segera diatasi, rawan memicu kecelakaan lalu lintas.

Seorang warga Desa Karangsekar, Kecamatan Kaliori mengaku sempat melintas di jalur Pantura dekat jembatan Tireman, Rembang. Motornya oleng, setelah menghantam lubang menganga. Menurutnya, jalan rusak sudah diperbaiki, namun belakangan hancur lagi tergerus air hujan. Selain di Tireman, lubang – lubang membahayakan pengguna jalan juga banyak ditemukan di jalur Pantura Pasar Penthungan ke barat.

“Njeglokke dalem sekali, lha wong motor saya sampai ngglewar, jian rawan tenan. Untungnya nggak sampai jatuh. Kemarin sudah ditambal aspal yang deket jembatan Tireman itu, tapi sekarang rusak lagi. Misalnya kalau dari timur menghindari jalan berlubang, yang dari barat juga sama – sama menghindari, rawan tabrakan kan, “ kata Suparno.

Di jalur Pantura wilayah timur, kerusakan jalan juga tak kalah parah. Sutrisno, seorang warga Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke mencontohkan jalan rusak di depan Pelabuhan Tanjung Bonang Desa Sendangmulyo, paling banyak menuai keluhan masyarakat.

Jalan berlubang sering tertutup air seusai hujan deras, karena saluran pembuangan air di kanan kiri jalan kurang berfungsi maksimal. Akibatnya, sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh, gara – gara terperosok.

“Yang di depan Pelabuhan Tanjung Bonang itu, selain sisa tanah yang licin, lubangnya juga banyak. Kalau habis hujan, yang lewat ya harus ekstra waspada, pelan – pelan. Sudah banyak yang terjatuh mas di situ, “ beber Sutrisno.

Petugas dari Dinas Bina Marga sebenarnya sudah melakukan pantauan rutin di jalur Pantura yang merupakan tanggung jawab pemerintah pusat. Begitu mendapati lubang membahayakan, langsung diperbaiki dengan sistem pemeliharaan. Tapi kendala hujan, membuat pekerja kesulitan. Mereka biasanya menunggu cuaca panas, setelah itu baru melakukan penambalan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *