Tahun Baru : Penyebab Dibalik Jumlah Penjual Terompet Yang Menurun Drastis
Warga membeli terompet di Jl. Kartini Rembang, saat malam Tahun Baru 2019.
Warga membeli terompet di Jl. Kartini Rembang, saat malam Tahun Baru 2019.

Rembang – Jumlah penjual terompet pada malam Tahun Baru 2019 di Kota Rembang, menurun drastis jika dibandingkan malam Tahun Baru 2018 lalu. Apa yang sebenarnya menyebabkan ?

Di sepanjang Jalan Kartini Rembang misalnya. Kala itu ketika pergantian tahun menuju 2018, penjual terompet banyak berjajar, dari kawasan bundaran Pasar Rembang sampai Perempatan Jaeni. Tetapi sekarang hanya tampak 1 penjual.

Purnomo, seorang penjual terompet asal Bulukerto, Kabupaten Wonogiri mengakui pengalaman malam Tahun Baru 2018 silam, terjadi penurunan omset penjualan terompet yang cukup drastis. Hal itu mengakibatkan banyak rekannya malas berjualan lagi.

“Saya tiap tahun berjualan ke sini mas, jadi hafal sekali kondisinya. Di sisi tengah Jl. Kartini Rembang, dulu lebih dari 5 orang yang jualan terompet. Tetapi sekarang tinggal saya. Dulu di dekat pasar Rembang juga banyak, lha sekarang paling cuman 1 penjual. Soalnya merasakan waktu setahun lalu, omset turun drastis, “ tuturnya.

Purnomo menambahkan dirinya sudah berjualan terompet di Rembang sejak 10 hari sebelum malam pergantian tahun. Rata – rata per hari menjual terompet sebanyak 20 buah, dengan harga bervariasi antara Rp 5 – 25 ribu per buah.

“Jualannya makin sepi mas, ya jauh sekali dibandingkan sama yang dulu – dulu. Waktu masih ramai kalau pas malam Tahun Baru bisa jual sampai 100 terompet lebih, ini turunnya lebih dari 50 % kok. Ya kalau nggak laku, paling barang – barang kayak gini saya betulin lagi, “ imbuh pria berusia 40 tahun ini.

Ditemui terpisah, Zaza Nabila, seorang remaja warga Kelurahan Sidowayah, Rembang mengaku menghabiskan malam Tahun Baru 2019, dengan bersantai bersama sejumlah temannya di Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang. Ia enggan menggunakan terompet, karena lebih senang menyaksikan pesta kembang api.

“Saya bawa android, kemudian tak dokumentasikan selama pesta kembang api. Habis itu saya upload ke instagram. Asyik kayak gini, ketimbang pakai terompet. Cuman sayang jam setengah 12 malam, mendekati detik – detik pergantian tahun malah hujan, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *