“Sebelum Meninggal, Korban Diketahui Masih Sempat Menyanyi…”
Kapal yang membawa jenazah korban tiba di dermaga Pelabuhan Tasikagung, Rembang. (Gambar atas) Jenazah korban akan dibawa ke RS dr. R. Soetrasno Rembang, Selasa pagi.
Kapal yang membawa jenazah korban tiba di dermaga Pelabuhan Tasikagung, Rembang. (Gambar atas) Jenazah korban akan dibawa ke RS dr. R. Soetrasno Rembang, Selasa pagi.

Rembang – Seorang nelayan dalam kondisi sudah tewas, Selasa (18 Desember 2018) sekira pukul 07.00 Wib, jenazahnya disandarkan ke dermaga Pelabuhan Tasikagung, Rembang.

Korban bernama Oni (60 tahun), warga Desa Mekarsari, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Ia merupakan anak buah kapal (ABK) Kapal Motor Itikah Jaya, milik warga Juana, Kabupaten Pati.

Menurut keterangan sejumlah rekannya, Oni sempat berkaraoke menyanyi di atas kapal. Namun Sabtu malam Minggu lalu (15/12), mendadak Oni merasakan sesak nafas dan dadanya sakit. Tak berselang lama ia menghembuskan nafas terakhir. Waktu itu terjadi di sekitar Pulau Matasiri, sebuah pulau di tengah – tengah perairan antara Jawa dan Pulau Kalimantan. Muncul dugaan, yang bersangkutan menderita penyakit jantung.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Lettu Hartono menjelaskan setelah mengetahui ada ABK meninggal dunia, nahkoda kapal memutuskan pulang bersandar ke Pelabuhan Tasikagung, Rembang.

“Almarhum ini orang Batang, ikut kerja di kapal Juana, Pati. Kapal berbobot 59 GT itu sich biasa sandar di Rembang. Jadi ketika ada nelayannya yang meninggal dunia, langsung menuju Pelabuhan Tasikagung, Rembang. Korban sudah termasuk lanjut usia, “ ujarnya.

Lettu Hartono menambahkan begitu jenazah tiba di dermaga pelabuhan, langsung diangkut dengan menggunakan mobil ambulance, menuju kamar mayat rumah sakit dr. R. Soetrasno Rembang, untuk divisum. Ia membenarkan sering nelayan meninggal dunia di tengah laut, karena sakit. Belum ada pemeriksaan terpadu dari petugas kesehatan. Bahkan terkadang sebelum berangkat nelayan sakit, tapi karena terdesak kebutuhan, tetap nekat melaut.

“Mobil ambulance dari Tasikagung sendiri tadi. Nyampai rumah sakit divisum, untuk memastikan tidak ada tanda – tanda kekerasan. Disimpulkan penyebab kematian karena sakit. Ya mestinya nelayan sebelum berangkat melaut dicek kesehatannya. Kalau nggak kuat, jangan memaksakan diri. Soalnya di tengah laut, butuh tenaga ekstra, lebih – lebih kalau cuaca ekstrim, “ kata Lettu Hartono.

Tampak sejumlah perwakilan keluarga korban berada di rumah sakit dr. R. Soetrasno Rembang. Usai visum, jenazah Oni diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kabupaten Batang, untuk dimakamkan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *