Pengguna Jalan Pakai Jas Hujan Meski Panas Terik, Mereka Ungkap Alasannya
Ulat bulu habiskan daun jati. (gambar atas) Pengguna jalan warga Desa Kunir mengenakan jas hujan, untuk melindungi dari serbuan ulat.
Ulat bulu habiskan daun jati. (gambar atas) Pengguna jalan warga Desa Kunir mengenakan jas hujan, untuk melindungi dari serbuan ulat.

Sulang – Jangan heran dalam beberapa hari terakhir ini, sejumlah pengendara sepeda motor di Kecamatan Sulang, tampak mengenakan jas hujan, padahal suasana terang benderang. Sama sekali tidak turun gerimis, apalagi hujan deras.

Usut punya usut, ternyata jas hujan tersebut untuk melindungi diri dari serangan ulat bulu pohon jati yang banyak bergelantungan di tengah jalan.

Hardiyanto, seorang warga Desa Kunir Kecamatan Sulang mengaku tiap kali bepergian keluar masuk kampungnya dengan sepeda motor, sekarang ini memilih menggunakan jas hujan. Tujuannya ketika menerobos jalan yang banyak ulat, tidak langsung menempel pada baju. Kalau menempel di jas hujan, baginya merasa lebih aman.

“Soalnya ulat ini kalau nempel di baju, memang nggak gatal. Tapi tai atau teleknya itu lho yang susah. Baju putih, langsung jadi ijo – ijo warnanya. Nah kalau pakai jas hujan, kan gampang nyucinya. Meski sering ditanya orang, lha wong panas kok pakai jas hujan, “ keluh Hardiyanto.

Hal senada diungkapkan Hendriyana, warga Desa Kebonagung Kecamatan Sulang. Saat ia perjalanan dari Desa Landoh menuju kampungnya, banyak sekali menjumpai ulat bulu bergelantungan di tengah jalan. Spontan, dirinya mengambil jas hujan dari dalam jok kendaraan dan langsung dipakai.

“Mau ambil lajur kiri ada ulat, lajur kanan ya gitu juga. Bingung jadinya. Padahal takut banget sama ulat. Ya udah, biar segera nyampai rumah, saya pakai jas hujan. Nggak tak rasain, yang penting ngebut saja, “ ujarnya sambil terkekeh.

Berbeda dengan pengguna jalan antara Landoh – Kerep Kecamatan Sulang. Sambil naik sepeda motor, mereka memanfaatkan ranting pohon, kemudian dikibas – kibaskan untuk menyingkirkan ulat dari tengah jalan. Begitu sampai jalan raya Rembang – Blora, biasanya pengendara motor langsung berhenti, guna mengecek masih ada ulat menempel di baju atau tidak. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *