Usai Dapatkan Patung, Warga Dikejutkan Temuan Situs Lebih Luas
Pegawai dari Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kab. Rembang mengambil foto temuan patung. (gambar atas) Suasana lokasi temuan patung dan situs bersejarah, Sabtu (24/11).
Pegawai dari Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kab. Rembang mengambil foto temuan patung. (gambar atas) Suasana lokasi temuan patung dan situs bersejarah, Sabtu (24/11).

Lasem – Para pekerja pembangunan gapura desa di Desa Sriombo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang dikejutkan oleh adanya temuan  patung kepala Budha saat mereka menggali tanah. Setelah ditelusuri, ternyata juga ada temuan situs bawah tanah yang cukup luas.

Temuan tanpa sengaja situs bersejarah ini berada di sebelah utara Desa Sriombo, Kecamatan Lasem, tepatnya 400 meter, selatan Pasujudan Sunan Bonang. Lokasi lahan berstatus tanah bengkok desa.

Awalnya, Sabtu pagi (24/11/2018) sejumlah pekerja menggali tanah untuk pondasi gapura Desa Sriombo. Kali pertama menemukan batu bata kuno yang ukurannya lebih besar, dibandingkan batu bata seperti sekarang. Setelah melanjutkan penggalian, pada kedalaman 30 centi meter, seorang pekerja, Sunardi (42 tahun), mendapati patung kepala Budha, dengan ukuran tinggi 9 centi meter dan lebar 7 centi meter.

Sunardi menuturkan temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa setempat.

“Saya sempat menggunakan linggis, menggali tanah. Nggak terlalu dalam malah menemukan patung itu. Semula saya kira batu biasa, tapi saat diamati, baru sadar bentuknya kayak kepala. Ya kaget juga mas, “ tutur Sunardi.

Setelah sekitar lokasi dicek, ternyata di sejumlah titik ada tumpukan batu bata kuno yang memanjang di bawah tanah. Ukurannya pun tergolong cukup luas.

Para pegiat budaya maupun pegawai dari Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Rembang yang datang ke Desa Sriombo, merekomendasikan supaya kegiatan proyek gapura desa dihentikan, sambil berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya.

Nursalim, pegiat dari Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB) mengaku belum mengetahui bentuk situs bersejarah itu, namun muncul dugaan bagian bangunan candi atau semacam pintu gerbang pada era kerajaan Lasem, yang dulunya pernah menjadi wilayah kekuasaan Majapahit. Ia berharap pihak desa berinisiatif melanjutkan penggalian, sehingga kelak bisa diketahui lebih detail kondisi situs.

“Para penemu sudah diwawancara, biar desa punya data konkret. Kami juga dorong desa membentuk tim perlindungan tingkat desa, agar situs ini terjaga dan nggak rusak. Kebetulan ada 4 titik yang kami harapkan bisa digali lagi, “ papar Nursalim.

Untuk sementara, patung kepala Budha disimpan di Balai Desa Sriombo. Sabtu siang, aparat kepolisian dari Polsek Lasem memasang garis polisi (police line) di lokasi temuan situs.

Sebelumnya, pada tahun 2004 lalu, warga juga pernah menemukan 3 buah patung Budha berlapis emas di Desa Bonang yang bersebelahan dengan Desa Sriombo. Kala itu patung emas justru diperjualbelikan, sehingga menyeret sejumlah orang ke proses hukum. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *