Banyak Pabrik Mengincar Batu Kapur Rembang, Ternyata Ini Alasannya
Armada truk mengangkut batu kapur, melintas di jalan wilayah Sale, Kabupaten Rembang.
Armada truk mengangkut batu kapur, melintas di jalan wilayah Sale, Kabupaten Rembang.

Rembang – Jangan heran apabila banyak pabrik cat, pabrik kosmetik maupun pabrik semen di Indonesia yang mengincar bahan tambang batu kapur di Kabupaten Rembang. Hal itu karena kualitasnya cukup bagus, jika dibandingkan dengan batu kapur di sejumlah daerah lain.

Subiyanto, Tim Tekhnis Pelayanan Pelanggan PT. Semen Indonesia mengakui batu kapur di Kabupaten Rembang layak diandalkan, untuk menopang kebutuhan industri. Ia mencontohkan kandungan magnesium oxide (MgO), semakin kecil angkanya, maka semakin bagus untuk bahan baku.

Dari hasil terakhir analisa, MgO batu kapur di Kabupaten Rembang hanya 0,5 %, sedangkan di pabrik semen Gresik kala itu 1,6 % dan pabrik Tuban, Jawa Timur justru lebih tinggi, mencapai 1,8 %. Ketika kemudian hasil produksi semen dari pabrik Rembang warnanya berbeda, ia memastikan tidak berpengaruh terhadap kekuatan semen.

“Batu kapur Kabupaten Rembang itu bagus, jadi kenapa pabrik cat maupun kosmetik menggali dari sini. Materinya paling putih. Ketika dibuat semen, pas awal – awal ada yang bilang lho kok warnanya pucet pak. Pelanggan di Cilacap menyampaikan warna kopi susu. Kami tegaskan nggak pengaruh sama kekuatan, karena memang didesain seperti itu, “ tegasnya.

Subiyanto menambahkan kandungan bahan untuk membuat semen sudah diatur rinci, sehingga tidak boleh melampaui ketentuan. Apalagi Kementerian Perdagangan melakukan uji sample secara berkala. Begitu sebuah produk melenceng dari rambu – rambu, konsekuensinya masuk daftar hitam (black list) dan tidak boleh berproduksi lagi.

“Pabrik semen nggak bisa main – main pak, itu 6 bulan sekali ada sampling. Petugas melakukan uji sample semen. Sesuai yang disyaratkan nggak. Lha kalau nggak, resikonya bisa diblack list, “ imbuh Subiyanto.

Sebelumnya, PT. Semen Indonesia hingga bulan Agustus 2018 mampu mencatatkan kinerja penjualan positif. Volume penjualan mencapai 20,67 Juta Ton, atau tumbuh 4 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari volume tersebut, khusus penjualan dalam negeri, angkanya 16 Juta Ton lebih. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *