Pasar Sumber Diratakan Beckhoe, Pedagang Dipindah
Pasar Desa Sumber diratakan.
Pasar Desa Sumber diratakan.

Sumber – Pasar Desa Sumber, Kecamatan Sumber dirombak total. Operator alat berat beckhoe sudah meratakan bangunan, sehingga Senin pagi (08/10) kondisi Pasar Sumber rata dengan tanah.

Pelaksana Tugas Camat Sumber, Hamdani menjelaskan pasar tersebut akan dibangun baru, dengan alokasi dana Rp 5 Miliar lebih dari anggaran pemerintah pusat. Nantinya diharapkan kondisi pasar akan lebih representatif, sehingga dapat meningkatkan aktivitas transaksi jual beli.

“Dananya dari pusat mas. Kalau pasarnya bagus kan pedagang sama pembeli jadi lebih nyaman. Hari Sabtu kemarin sudah dimulai pembongkarannya, “ tutur Hamdani.

Hamdani menambahkan untuk sementara para pedagang dipindahkan ke lahan bekas Terminal Sumber, tepatnya di sebelah utara pasar. Kebetulan karakter pedagang Pasar Sumber selama ini tidak pernah meninggalkan barang dagangan seusai berjualan. Maka dari sisi keamanan tak masalah.

“Beda dengan pedagang Pasar Krikilan dan Kedungasem yang menyimpan barang dagangannya di pasar. Kalau pedagang di Pasar Sumber nggak gitu. Habis berjualan ya langsung dibawa pulang. Jadi tempat darurat ini serba terbuka, yang penting nggak kepanasan, “ imbuhnya.

Pasar Sumber selama ini tidak beroperasi setiap hari. Pasaran hanya berlangsung pada hari Selasa, Jum’at dan Minggu. Salah satu pedagang, Yatmi mendukung pembangunan pasar, karena los maupun ruko lama kurang layak.

“Apalagi tiap hujan deras, saluran air minim sehingga lahan antar lapak pedagang becek parah. Semoga selesai tepat waktu, karena kalau mengejar waktu akhir tahun, tinggal 2,5 bulanan, “ ujarnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.