Masuknya Undip Dan Tudingan Membeda – Bedakan, Bupati Bongkar Semuanya
Mahasiswa PSDKU Undip kuliah dengan menumpang bangunan PGRI, sebelah utara Alun – Alun Rembang.
Mahasiswa PSDKU Undip kuliah dengan menumpang bangunan PGRI, sebelah utara Alun – Alun Rembang.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz menanggapi langsung, jika pemerintah kabupaten dianggap membeda – bedakan perguruan tinggi. Polemik itu sempat muncul, setelah sejumlah perguruan tinggi swasta di Kabupaten Rembang, menolak beroperasinya program studi di luar kampus utama (PSDKU) Undip Semarang di Rembang. Mereka diantaranya STIE YPPI Rembang, STAI Al Kamal Sarang dan Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI).

Abdul Hafidz menegaskan pihaknya tak pernah membeda – bedakan. Ia mencontohkan STAI Al Kamal Sarang pernah mendapatkan bantuan pengadaan fasilitas perkuliahan, kemudian dana hibah sebesar Rp 300 Juta. Sedangkan STIE YPPI Rembang belum menerima bantuan dari Pemkab, karena selama ini tidak pernah mengajukan. Mengingat status STIE YPPI tidak berbadan hukum, melainkan dikelola oleh yayasan. Sudah jelas bahwa aturan pemerintah mewajibkan penerima dana hibah maupun bantuan sosial harus berbadan hukum.

Menurutnya, keberadaan Undip masuk Rembang, sebagai upaya pemerintah memajukan daerah. Tak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga bermanfaat dari sisi sosial ekonomi. Jika semula banyak warga Kabupaten Rembang kuliah keluar daerah, mereka sekarang punya pilihan lain kuliah dekat dengan rumah. Begitu pula saat warga luar daerah berdatangan ke Rembang ingin kuliah di Undip, dampak ikutannya akan terasa demi perputaran ekonomi.

“Target kami dalam jangka waktu 5 tahun, akan ada 3 ribu mahasiswa Undip. Bikin rata – rata pengeluaran di sini per bulan Rp 1 Juta saja, sudah tembus Rp 3 Miliar. Untuk warga sini sendiri, kalau kuliah dekat, kan bisa bantu orang tua di rumah. Kita bicaranya lingkup Kabupaten Rembang, bukan bicara perorangan atau kelompok. Lagipula program studi yang dibuka Undip, jangan sampai berbenturan dengan program studi di kampus lain, “ terangnya.

Abdul Hafidz menimpali Pemkab Rembang menggulirkan pemberian beasiswa kuliah bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. Memang Peraturan Bupati (Perbup) yang menaungi beasiswa kuliah, baru warga Kabupaten Rembang yang kuliah di kampus negeri. Ia membenarkan Perbup tersebut perlu direvisi, sehingga mahasiswa berprestasi tidak mampu yang kuliah di kampus swasta, juga berhak mendapatkan.

“Kami akan revisi Perbup itu, biar menjangkau beasiswa kuliah di kampus swasta yang ada di Kabupaten Rembang. Tapi harus nggak mampu dan punya prestasi akademik lho, “ imbuh Hafidz.

Saat disinggung sejumlah kalangan terkesan tidak terima, manakala aset daerah berupa lahan di dekat GOR Mbesi, Rembang seluas 15 hektar akan diserahkan untuk kampus Undip secara cuma – cuma, Bupati mengingatkan aset itu lama tak terpakai. Baginya, buat apa punya aset kalau tidak dimanfaatkan demi kemajuan daerah. (Musyafa Musa).

News Reporter