Kasus Pelajar Bunuh Bayi : Kondisi Pasien, Bedanya Hari Sabtu Dengan Sekarang
Kabid Pelayanan Medik dan Nurdin Fahrudi, Kasi Pengembangan RS dr. R. Soetrasno Rembang menjelaskan perkembangan kondisi pasien, Senin siang.
dr. Laksmi Iwandari, Kabid Pelayanan Medik dan Nurdin Fahrudi, Kasi Pengembangan RS dr. R. Soetrasno Rembang menjelaskan perkembangan kondisi pasien, Senin siang.

Rembang – Tersangka pelaku pembunuh bayi hingga Senin sore (20 Agustus 2018) masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dr. R. Soetrasno Rembang. Tersangka kini sudah mulai sadar, setelah sempat drop.

Tersangka pembunuh bayi, sebut saja Kembang, (bukan nama sebenarnya), berada di ruang ICU rumah sakit. Remaja kelas XI sebuah SMA di Kecamatan Sulang tersebut, kondisinya mulai membaik dan sudah bisa diajak berkomunikasi. Hal itu berbeda, ketika Sabtu siang lalu pertama kali masuk rumah sakit, Kembang mengalami kejang – kejang dan gagal nafas. Remaja berusia 17 tahun ini, bahkan mendapatkan alat bantu pernafasan.

Kepala Bidang Pelayanan Medik Rumah Sakit dr. R. Soetrasno Rembang, dr. Laksmi Iwandari menuturkan alat bantu pernafasan, hari Senin sudah dilepas. Jika nantinya stabil, pasien akan dipindah dari ruang ICU menuju bangsal perawatan.

“Saat pertama datang nggak sadar, kami fokus menyelamatkan kondisi ibu, dengan penanganan kejangnya sama gagal nafas dulu. Jadi sekarang lebih baik dari kemarin, saat ini sudah sadar. Ventilator dilepas, kemudian diganti dengan selang oksigen masker biasa, “ kata Laksmi.

Laksmi Iwandari menambahkan pasien mengalami beban pikiran cukup berat, sehingga untuk pembesuk belum diperbolehkan bertemu. Sementara hanya orang tuanya yang menunggu. Apabila nantinya membutuhkan bantuan psikiater atau psikolog, pihak rumah sakit sewaktu – waktu juga siap mendampingi, dalam rangka memulihkan beban psikisnya.

“Perkembangannya pasti dokter akan terus cek. Pembesuk belum diizinkan, karena pasien perlu tenang. Perlu situasi untuk mengembalikan kondisi fisik dan psikisnya, “ tegasnya.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Kurniawan Daeli menyatakan pihaknya belum mengorek keterangan terhadap Kembang, karena menunggu kondisinya pulih.  Pemeriksaan saksi baru sebatas kepada rekan – rekan sekelas korban maupun guru sekolah.

“Kami lidik kasus ini, tapi memang belum meminta keterangan kepada ibu bayi. Langkah – langkah selanjutnya akan ditempuh, setelah yang bersangkutan diperiksa, “ jelasnya.

Sebelumnya, Sabtu pagi (18/08) Kembang melahirkan bayi laki – laki di kamar mandi sekolahnya. Diduga hasil hubungan gelap, Kembang pun bertindak kalap. Leher bayi kemudian ditusuk gunting hingga tewas. Sedikitnya, terdapat 7 luka tusukan. (MJ – 81).

News Reporter

3 thoughts on “Kasus Pelajar Bunuh Bayi : Kondisi Pasien, Bedanya Hari Sabtu Dengan Sekarang

  1. Hadeh mb” , dirimu wadon kok y biso” ne awakmu tego mbunuh ank mu dewe😑 q wae lk rty byi nangis ra tego kok yeee…
    ndang waras wae mb😉

  2. Ga nyangka banget..jalan yg diambil bener2 ga pake logika..masih sekolah..belum nikah..udah hamil itu aja udah salah..ini pake dibunuh bayinya..ya Allah..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *