Jenazah Naning Ketemu, Tim SAR Sempat Kesulitan Mengevakuasi
Masyarakat ramai melihat kedatangan perahu karet Tim SAR yang membawa jenazah korban, Kamis pagi.
Masyarakat ramai melihat kedatangan perahu karet Tim SAR yang membawa jenazah korban, Kamis pagi.

Lasem – Seorang wanita yang terseret banjir di Lasem, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di tengah laut, sekitar Pulau Gosong, sebelah barat PLTU Sluke, Kamis (05 April 2018) pukul 08.30 WIB.

Korban teridentifikasi bernama Naning Apriyanti (40 tahun), warga Desa Punggurharjo Kecamatan Pancur. Salah satu anggota Tim SAR, Muntolib menceritakan kabar pertama temuan jenazah korban, disampaikan oleh nelayan saat mencari ikan. Kemudian ada perwakilan nelayan pulang memberitahu Kepala Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem. Kabar tersebut diteruskan ke Tim SAR, yang memang sudah melakukan pencarian korban sejak Rabu pagi.

“Begitu dengar info itu, kita meluncur ke pantai, sambil nunggu anggota tim yang lain. Kebetulan ombaknya tenang, mempermudah menuju lokasi. Kebetulan ada nelayan yang sudah nunggu di dekat temuan mayat, jadi nggak bingung nyari titik lokasinya, “ ujar Muntolib.

Muntolib menambahkan ketika sampai, sempat agak kesulitan mengangkat jasad korban. Alasannya, kondisi tubuh sudah rusak. Setelah dibantu banyak orang, termasuk personel kepolisian, akhirnya mayat Naning dapat dievakuasi.

Mayat dibawa ke pinggir pantai Dusun Layur Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem, sekira pukul 10.00 WIB. Selanjutnya dibawa menuju kamar mayat rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, guna menjalani visum.

“Waktu mau kita angkat, memang kesulitan mas. Anggotanya pas sedikit, alhamdulilah kemudian datang Tim SAR kepolisian. Kan tangan jenazah saya pegang, langsung mengelupas, maklum sudah agak lama tenggelam soalnya. Setelah itu pakai tali, ditarik dari atas perahu dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah, “ jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dan kepolisian, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan. Penyebab kematian Naning, murni karena tenggelam. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada perwakilan keluarga, untuk dimakamkan.

Sebelumnya, Naning bersama suami, Dwi Narta membeli bakso di Lasem, Selasa malam. Karena kondisi jalan banjir, Dwi Narta turun mendorong motor, sedangkan Naning berteduh di depan toko. Belakangan diketahui hanya ada sandalnya saja. Naning diduga terseret banjir, karena waktu itu air di dalam selokan dekat toko tergolong sangat besar. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *