Menjadi Penyakit Mematikan Tertinggi, Rumah Sakit Keluarga Sehat Rembang Bentuk Klub Jantung Sehat (KJS)
Pelantikan pengurus Klub Jantung Sehat (KJS) di Rumah Sakit Keluarga Sehat Rembang, Rabu (09 September 2026).
Pelantikan pengurus Klub Jantung Sehat (KJS) di Rumah Sakit Keluarga Sehat Rembang, Rabu (09 September 2026).

Rembang – Penyakit jantung menjadi penyakit tidak menular yang mengakibatkan kematian tertinggi di Indonesia.

Kondisi itu membuat Rumah Sakit Keluarga Sehat Rembang membentuk Klub Jantung Sehat (KJS), dengan melibatkan para karyawan rumah sakit.

Mereka dilantik di halaman belakang rumah sakit, Rabu (09 September 2026). Fitri Octafiani Melenia, S.Kep., Ns., didaulat sebagai Ketua KJS RS Keluarga Sehat Rembang.

Direktur Utama PT Keluarga Sehat Coverall, selaku pemilik Rumah Sakit Keluarga Sehat Rembang, dr. Benny Purwanto, MARS, P.H.Eng, menyatakan pihaknya ingin mengkampanyekan pencegahan penyakit jantung, melalui KJS.

“Membentuk Klub Jantung Sehat ini, apa tujuannya, karena kematian akibat penyakit jantung tertinggi. Jadi tidak hanya pengobatan, tapi bagaimana mencegah agar tidak terkena penyakit jantung. KJS kampanye hidup sehat, semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat,” tandasnya.

Benny menambahkan nantinya di RS Keluarga Sehat Rembang juga ada Dokter Spesialis Jantung.

Sedangkan bagi pasien yang membutuhkan kateterisasi jantung, bisa dirujuk ke Rumah Sakit KSH Pati dan Semarang.

“Di Rembang ini ada layanan jantung, termasuk CT scan, siap. Kalau perlu penanganan lebih lanjut seperti kateterisasi jantung, kita tersedia di Pati dan Semarang,” imbuh dr. Benny, didampingi Direktur RS Keluarga Sehat Rembang, dr. Irawan Sanjoto Putro, Sp.OG.

Ketua Yayasan Jantung Indonesia Provinsi Jawa Tengah, dr. Dyah Anggraeni M.Kes., Sp.PK mendorong Klub Jantung Sehat ini dapat dikembangkan dengan melibatkan pasien, kemudian diperluas sampai ke Puskesmas.

“Sekalian di Rembang ini dibentuk Yayasan Jantung Indonesia Cabang Rembang. Kebetulan di Rembang belum ada,” ujar Dyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i menyampaikan kematian akibat penyakit jantung di Indonesia tidak kurang 600.000 orang per tahun.

Selain itu yang lebih memprihatinkan, usia penderita sekarang lebih muda.

“Kurang dari usia 45 tahun, sudah banyak sekali. Ini situasi yang sangat mengkhawatirkan. Sudah angkanya tinggi, menyerang usia produktif. Bahkan klaim BPJS Kesehatan, jantung menjadi urutan tertinggi, setelah kanker dan stroke. Jadi perlu perhatian semua, mengupayakan strategi,” bebernya.

Ali mengapresiasi terbentuknya Klub Jantung Sehat yang diprakarsai Rumah Sakit Keluarga Sehat.

“Rumah sakit diresmikan Rabu malam ini, Rabu paginya sudah diawali dengan melantik KJS. Jadi nggak hanya memikirkan hilirnya (penanganan orang sakit), tapi juga hulunya (pencegahan) langsung disentuh,” imbuh Ali. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.