
Rembang – Seorang pria meninggal dunia, setelah sempat terlibat cek cok dengan keponakannya sendiri, Senin (17 Agustus 2026).
Menurut informasi yang dikumpulkan dari sekitar TKP, antara korban dan terduga pelaku memiliki hubungan keluarga. Korban adalah paman dari terduga pelaku.
Korban meninggal dunia, berinisial RS (49 tahun), warga Desa Sendangaagung Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, sedangkan terduga pelaku masih pelajar SMA kelas XI.
Dari hasil penyelidikan awal kepolisian, ada permasalahan antara keduanya, diduga terkait harta warisan.
Senin pagi itu, pelajar SMA akan berangkat ke sekolah untuk mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia sempat dicegat oleh pamannya.
Namun tetap berusaha melaju dengan sepeda motor. Bahkan ketika sampai di Pertigaan Jeruk Desa Sendangagung, sang paman sempat menabrak motor keponakannya.
Pelajar itu tetap tancap gas, dan terus dikejar oleh pamannya. Hingga sampai di depan Hotel RedDoorz Magersari, pelajar tersebut akhirnya berhenti. Sang paman tiba, diduga akan menyerang. Pelajar memukul dengan helm sebanyak 2 kali, korban terjatuh.
Kapolsek Rembang, AKP AL. Sutikna saat dikonfirmasi membenarkan kronologis kejadian tersebut.
Pihaknya mendatangi TKP, setelah menerima informasi dari masyarakat. Korban dibawa ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, sedangkan anak yang diduga melakukan pemukulan diamankan ke Polsek.
“Jadi informasi awal, terduga pelaku yang masih anak-anak ini dikejar terus oleh korban. Mau berangkat ke sekolah, sebenarnya sudah nggak menanggapi. Sampai di sebelah timur Kantor Kelurahan Magersari, terjadi cek cok. Korban dipukul pakai helm dua kali, jatuh,” terangnya.
Karena terduga pelaku masih anak-anak, pihaknya menyerahkan penanganan kasus itu kepada Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Rembang.
“Menyangkut anak-anak, kasusnya ditangani Unit PPA Satreskrim mas. Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi Satreskrim. Kami sebatas menerima laporan, mendatangi TKP, mengecek korban dan koordinasi dengan keluarga korban,” imbuh Kapolsek.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Alva Zakiya Akbar didampingi Kaur Binops Reskrim, Iptu Widodo Eko Prasetyo menyatakan pihaknya melakukan autopsi jenazah, guna mengetahui penyebab meninggalnya korban.
“Diautopsi oleh Bid Dokkes Polda Jawa Tengah hari Senin ini,” ungkapnya.
Untuk terduga pelaku anak-anak, menurutnya yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan. (Musyafa Musa).

